Suara.com - Anggota JATAM Nasional, April Perlindungan mengaku tidak terkejut dengan sikap Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang langsung meminta agar provokator di balik kerusuhan di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah untuk segera ditangkap. Menurut April, sikap Jokowi itu menandakan upaya tutup mata dari pemerintah akan masalah sesungguhnya yang terjadi di PT GNI.
"Sebetulnya tidak terkejut, sih, ketika presiden menginstruksikan pascakejadian ini berlangsung untuk langsung menangkap para buruh dan narasi yang dibangun ada provokator lah, ada pihak luar yang mengompori," kata April dalam sebuah diskusi bertajuk "Ambisi Investasi Jokowi dan Bentrokan Maut Buruh Tambang" melalui YouTube Mining Advocacy Network pada Jumat (20/1/2023).
April menerangkan menurut informasi yang diterima JATAM, pekerja di PT GNI itu telah mengadukan perusahaan ke Dinakertrans serta pihak lainnya untuk memperjuangkan hak-haknya. Akan tetapi, pengaduan itu tidak pernah ditanggapi.
Sampai akhirnya, para pekerja memutuskan untuk berunjuk rasa. Namun, April menyayangkan adanya kendala bahasa tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja asing (TKA) sehingga seolah-olah kerusuhan itu terjadi akibat adanya pertikaian kedua belah pihak.
April lantas melihat kalau bentrok antar pegawai tersebut malah dijadikan tameng PT GNI untuk menutupi kejahatan-kejahatan yang dilakukannya. Ia mengungkap kalau PT GNI milik pengusaha asal Cina, Tony Zhou Yuan itu memiliki jejarang bisnis hingga ke Halmahera.
Kesenjangan antara pekerja lokal dengan TKA itu disebutkan April memang sengaja dilakukan oleh PT GNI. Ia khawatir kalau tindakan PT GNI itu juga dilakukan di daerah-daerah lain.
"Kesenjangan sengaja dipelihara agar mengaburkan konflik struktural sebelumnya. Jadi seharusnya konfliknya struktural ini diupayakan menjadi konflik seolah pekerja dan pekerja," ucapnya.
Perintah Jokowi
Jokowi telah mendapatkan laporan mengenai kerusuhan yang terjadi di kawasan pabrik smelter PT Gunbuster Nickel Industri atau PT GNI di Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Jokowi langsung memerintahkan agar pelaku di balik terjadinya kerusuhan itu ditindak tegas.
Baca Juga: Jokowi Minta RUU PPRT Segera Disahkan, Komnas HAM: Kami Dukung Penuh Komitmen Presiden
Perintah tersebut langsung disampaikan Jokowi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Yang jelas beliau memerintahkan kepada kepolisian untuk menindaktegas pelaku tindak pidana atau pengrusakan dan pelaku pelanggar hukum, mengungkap seterang-terangnya," kata Listyo melalui konferensi pers yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (16/1/2023).
Listyo sempat menyebut ada 71 orang yang diamankan pihak kepolisian. Sebanyak 17 orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga meminta kepada Listyo untuk mengerahkan personel keamanan di kawasan industri smelter tersebut. Sebab, industri smelter itu akan kembali beroperasi pada Selasa (17/1/2023) esok.
Jokowi mau agar industri di sana bisa berjalan tanpa ada gangguan seperti kerusuhan yang menyebabkan 3 orang tewas.
"Karena ini juga tentunya akan mengganggu tenaga kerja Indonesia yang jumlahnya cukup besar yang tentunya akan terdampak apabila operasional dari perusahaan terganggu," ujarnya.
Berita Terkait
-
'Jokowi Tak Pakai Sutra Lagi, Tapi Telanjang' Rocky Gerung Kritik Dugaan Pengerahan Aparat Buat Sambut Blusukan Presiden
-
Pendukung Jokowi Geram Gegara Sebutan Firaun, Fahri Hamzah: Jangan Memantik Ekstrimitas..
-
Indonesia Terima Turis China Saat Negara Lain Menolak, Begini Kata Jokowi
-
Soal Jokowi Mirip Firaun, Pengamat Buka Bedanya: Masa Blusukan..
-
Cerita Jokowi Jalan Kaki 30 Menit Gegara Mobilnya Tak Bisa Gerak Leluasa di Minahasa Utara
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya