Suara.com - Kompol Dwi Yanuar Mukti alias Kompol D yang namanya terseret imbas kasus kecelakaan mobil Audi A6 yang menewaskan mahasiswi Cianjur Selvi Amalia Nuraeni (19) itu berbuntut panjang. Pasalnya, terbongkar pula hubungannya dengan sang istri siri selaku wanita penumpang mobil Audi A6 bernama Nur.
Kecelakaan itu terjadi pada Jumat (20/1/2023) sekitar pukul 14.55 WIB. Pengemudi Audi A6 mengaku berani memasuki iring-iringan polisi karena Nur mengenal polisi. Nur juga mengaku telah memperoleh ijin dari suaminya yang merupakan polisi untuk ikut iring-iringan tersebut.
Imbas dari masuk iring-iringan tersebut, mobil Audi A6 itu melindas seorang mahasiswi yang berasal dari arah berlawanan. Mahasiswi tersebut pun tewas.
Tak hanya itu, Nur juga menyampaikan, mobil itu adalah milik Kompol D yang ia pinjam karena mobilnya tengah berada di bengkel. Berkaitan dengan hal itu, muncul pertanyaan berapa harta kekayaan Kompol Dwi Yanuar yang mampu miliki mobil Audi A6.
Melansir dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disajikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tanggal lapor 17 Maret 2021, berikut ini harta kekayaan Kompol D.
Tanah dan Bangunan
Kompol D memiliki tanah dengan total nilai Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah). Tanah dan bangunan tersebut seluas 170 m2/120 m2 yang terletak di Kabupaten/Kota Bekasi. Tanah dan bangunan itu berasal dari hasil sendiri.
Alat Transportasi dan Mesin
Kompol D juga memiliki harta kekayaan berupa alat transportasi dan mesin dengan total sebesar Rp580.000.000 (lima ratus juta rupiah). Alat transportasi tersebut berupa mobil dengan merek Mercedes Benz CLA 200 Tahun 2014 yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp450.000.000 (empat ratus lima puluh juta rupiah)
Baca Juga: Intip Lagi Harta Teddy Minahasa: Polisi Paling Tajir Melintir tapi Kena Kasus Narkoba
Kemudian, ia memiliki mobil merek Toyota INNOVA TAHUN 2015. Mobil ini berasal dari hasil sendiri dengan nilai Rp130.000.000 (seratus tiga puluh juta rupiah).
Harta Bergerak Lainnya
Harta bergerak lainnya yang dimiliki Kompol Dwi Yanuar Mukti yakni sebesar Rp4.000.000 (Rp4 juta).
Kas dan Setara Kas
Harta kekayaan Kompol D berupa kas dan setara kasnya yakni Rp5.000.000 (lima juta rupiah).
Kompol D diketahui tidak memiliki harta kekayaan berupa surat berharga dan harta lainnya. Kompol Dwi Yanuar Mukti juga tak memiliki hutang, sehingga total harta kekayaannya mencapai Rp1.589.000.000 (Rp1,5 Miliar).
Berita Terkait
-
Intip Lagi Harta Teddy Minahasa: Polisi Paling Tajir Melintir tapi Kena Kasus Narkoba
-
Apa Itu Traffic Accident Analysis? Dipakai untuk Ungkap Kasus Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur
-
Disemprot DPR Soal Uang Negara, Segini Harta Kekayaan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko
-
Inilah Sosok Kompol D, Mantan Paskibraka 2004 yang Dikenai Sanksi Kode Etik karena Jalin Hubungan dengan Penumpang Audi A6
-
Kisah Afair Kompol D Beristri 2 Terbongkar Gegara Kecelakaan Mahasiswi Di Cianjur
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat