Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan Indonesia tengah menyiapkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Turki. Indonesia saat ini masih mencari pesawat untuk mengirimkan bantuan tersebut.
Jokowi menyampaikan kalau jajarannya tengah menyiapkan bantuan bagi korban gempa bermagnitudo 7,8 di wilayah Turki.
"Ini sedang disiapkan bantuannya oleh Menteri Luar Negeri, Kemenhan dan juga oleh Kementerian Sosial, baru disiapkan," kata Jokowi saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/2/2023).
Jokowi memastikan bantuan akan dikirim secepatnya. Namun, Indonesia masih mencari pesawat mana yang bisa mengantarkan bantuan tersebut ke Turki.
"Segera akan dikirim, secepatnya, ini tadi pagi masih mencari pesawat," ucapnya.
Korban akibat gempa di Turki dilaporkan terus bertambah. Terkini, sedikitnya 2.379 orang tewas dan 14.483 lainnya menderita luka-luka di 10 provinsi akibat dua gempa kuat dalam waktu berbeda yang mengguncang wilayah selatan Turki pada Senin (6/2/2023), kata wakil presiden negara itu.
Disitat dari Anadolu, Selasa (7/2/2023), gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang distrik Pazarcik, provinsi Kahramanmaras pada Senin dini hari, dan menyebabkan kerusakan besar di beberapa provinsi lain, seperti Gaziantep, Sanliurfa, Diyarbakir, Adana, Adiyaman, Malatya, Osmaniye, Hatay, dan Kilis.
Pada siang hari gempa kencang berkekuatan magnitudo 7,6 kembali melanda Kahramanmaras pada pukul 13.24 siang (10.24GMT), yang kedua ini terjadi di distrik Elbistan, Kahramanmaras.
Baca Juga: Manuver Keras Relawan Jokowi: Mendadak Bubarkan GP Mania, Batal Dukung Ganjar
Berita Terkait
-
Berjuang Bersama-sama dalam Perang Lawan Komunis pada 1950-an, Korea Selatan Sebutkan Turki Sebagai Saudara dan Kirimkan Suplai Medis
-
Jawab Soal Harun Masiku, Apa Maksud Jokowi Jika Barangnya Ada Pasti Ditemukan?
-
Eks Winger Chelsea Christian Atsu Ditemukan Selamat Tertimbun Runtuhan Gempa Turki
-
Analisis Mengapa Gempa Bumi di Turki Sangat Mematikan: Lebih 5.000 Orang Tewas
-
Manuver Keras Relawan Jokowi: Mendadak Bubarkan GP Mania, Batal Dukung Ganjar
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi