Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manado mengingatgkan pada seluruh warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem hingga 14 Februari 2023. Hingga tanggal tersebut diperkirakan bakal terjadi hujan lebat hingga angin kencang.
"Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Molle di Manado, Sabtu (11/2/2023).
Peringatan dini cuaca ini diberlakukan untuk beberapa kabupaten dan kota wilayah daratan hingga daerah kepulauan.
BMKG menyampaikan pada 12 Februari, potensi cuaca ekstrem berpeluang terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Sehari berikutnya, diperkirakan terjadi di Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Di saat 14 Februari mendatang, potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara.
Selanjutnya, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Masyarakat kata dia, harus tetap waspada dan melakukan mitigasi mandiri apabila berada dalam kondisi cuaca ekstrem.
"Berhati-hatilah bila bermukim di daerah rawan bencana seperti di bantaran sungai, permukiman yang curam dan rawan longsor. Kami juga berharap warga dan pemangku kepentingan mengakses data dan informasi melalui kanal yang disediakan," ajaknya. (Antara)
Baca Juga: Potensi Gelombang Tinggi 1,25 Sampai 6 Meter Menerjang Perairan Indonesia
Berita Terkait
-
Kepala BPBD Banjarmasin: Insya Allah Tidak Akan Banjir
-
Malam hingga Dini Hari, Awas Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah Jawa Barat
-
Potensi Gelombang Tinggi 1,25 Sampai 6 Meter Menerjang Perairan Indonesia
-
Apa Itu Gempa Kerak Dangkal yang Sempat Mengguncang Jayapura?
-
Sore hingga Malam Hari Waspada Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang di Jawa Barat, Begini Penjelasan BMKG
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM