Suara.com - Seorang pelajar berusia 18 tahun meninggal dunia usai terlibat kecelakaan dengan mobil Toyota Rush di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Sabtu (18/2/2023) dini hari.
Kasatlantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Purwanta menyebut korban seorang pria berinisial MR meninggal karena mengalami luka parah di bagian kepala.
"Mengalami luka pada bagian kepala serta meninggal dunia di tempat kejadian perkara, selanjutnya korban dikirim ke ruang Jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM Jakarta Pusat)," kata Purwanta lewat keterangannya, Sabtu (18/2/2023).
Peristiwa kecelakaan berawal saat korban mengendarai sepeda motor Honda yang dikendarai MR melaju dari arah Utara ke Selatan di Jalan Gunung Sahari Raya.
Namun sesampainya di persimpangan lampu merah, sepeda motor yang dikendarai MR diduga tertabrak mobil Toyota Rush, yang dikendarai seorang pria berinisial DD (44) yang melaju dari arah Jalan Dr Sutomo.
Purwanta menyebut pengendara mobil kekinian sudah ditahan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan.
"Penyebab terjadinya kecelakaan lalulintas masih dalam proses lidik," katanya.
Berita Terkait
-
Berjanji Bawa ke RS! Penabrak Malah Buang Korban ke Semak-Semak hingga Meninggal, Warganet Berang: Setan Kalah Jahatnya
-
Gandeng Unissula, Jasa Raharja Ingin Mahasiswa Berperan Cegah Kecelakaan di Jalan
-
Dua Truk Adu Kambing di Lampung Tengah, 3 Nyawa Melayang
-
Detik-detik Anak SD Balap Motor Liar Tabrak Tukang Bakso
-
Tragis, Kakak Adik Tewas Dalam Kecelakaan Mobil Bus vs Motor di Sumut
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel
-
Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah