Suara.com - Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo, anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), terhadap Cristalino David Ozora tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, kasus tersebut membuka mata bagaimana tingkat kepercayaan publik bisa turun terhadap institusi di bawah Kemenkeu karena faktor kasus penganiaayaan ini.
Faktor kepercayaan publik tersebut kini mulai goyah, apalagi ayah Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo, saat kejadian itu masih menjabat Kepala Bagian Umum DJP Kemenkeu Kanwil Jaksel II.
Persoalan hidup bermewah-mewah pejabat pajak, hingga terkuaknya harta yang mencapai Rp56 miliar berdasarkan LHKPN menjadi faktor utama.
"Dampak dari kasus penganiayaan sang anak pejabat pajak ini tentu saja akan berdampak sangat besar bagi upaya pemerintah untuk menaikkan pendapatan pajak. Ulah sang anak ini tentunya tidak hanya merugikan profesi orang tuanya, melainkan juga berdampak pada institusi orang tuanya," kata pakar kebijakan publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat dalam keterangannya seperti dikutip Warta Ekonomi-jaringan Suara.com pada Sabtu (25/2/2023).
Achmad mengungkapkan, dalam era media sosial seperti saat ini, setiap perbuatan yang dipandang buruk oleh warganet atau masyarakat, seperti sikap arogan hingga flexing seperti yang ditunjukan Mario Dandy, akan dengan mudah tersebar. Bahkan, profiling pelaku dengan segala macam hal di dalamnya akan dengan mudah terkuak.
"Terlebih di era sosial media ini di mana tindakan penganiayaan yang dia lakukan menunjukkan sikap arogansi dan sewenang-wenang sudah tersebar luas sehingga publik atau citizen yang dikenal kritis akan membongkar setiap detail dari sang pelaku penyaniayaan tersebut. Apalagi, kemudian profil sang ayah pelaku penganiayaan yang merupakan pejabat pajak tersebut tidak sesuai antara posisinya di Dirjen Pajak dengan deretan kekayaan yang dimilikinya."
Berangkat dari kasus Rafael Alun yang jumlah harta kekayaannya dicurigai oleh PPATK, Achmad menilai akan berdampak besar bagi masyarakat pembayar pajak. Apalagi jika beritanya terus menerus tersebar dan viral, bisa berdampak pada makin besarnya penurunan penerimaan pajak negara.
"Jika hal tersebut terjadi, pemerintah akan makin berat dalam menjalankan roda pemerintah. Karena sebagaian besar APBN kita berasal dari pajak, defisit APBN kita tentunya akan makin dalam, dan jika itu benar-benar terjadi maka jalannya roda pemerintah benar-benar dalam bahaya," ujar Achmad.
Menurutnya, Sri Mulyani harus belajar dari kasus Ferdy Sambo di Polri, untuk bertindak cepat dan tegas menyelesaikan masalah tersebut. Menurut Achmad, Menkeu harus segera memberi sanksi tegas jika ditemukan bukti penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Rafael.
Baca Juga: Rafael Alun Trisambodo Putuskan Resign, Begini Aturan Resmi Pengunduran Diri dari PNS
Sambil menunggu proses investigasi berjalan, Ahmad mengatakan, Rafael juga harus diberhentikan sementara waktu sebagai bertanggung jawab atas tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh anaknya.
"Selain Kemeterian Keuangan, KPK pun harus segera turun tangan untuk mengaudit harta kekayaan sang pejabat pajak tersebut. Tidak lupa publik pun harus terus mengawasi jalannya kasus ini agar tidak ada intervensi-intervensi maupun lobi-lobi yang bertujuan menyelematkan sang pejabat pajak dan anaknya yang saat ini sudah menjadi tersangka penganiayaan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan