Suara.com - Kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, semua elemen masyarakat, dan stakeholder di Kota Surabaya akhirnya berbuah manis. Kolaborasi dalam menjaga lingkungan mengantarkan Kota Pahlawan ini meraih 14 penghargaan dalam bidang lingkungan.
Ke-14 penghargaan itu adalah Adipura Kencana kategori Kota Metropolitan, yang baru diterima Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Selasa (28/2/2023).
Selain itu ada Sekolah Adiwiyata Mandiri 5 penghargaan, Sekolah Adiwiyata Nasional 5 penghargaan, Proklim Nasional 2 penghargaan, dan Nirwasita Tanta tingkat nasional.
Ke-14 penghargaan itu pun akhirnya dikirab dari halaman Gedung Graha Pena, Jalan Ahmad Yani hingga halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (1/3/2023).
Sebanyak 20 mobil Jeep Wills digunakan untuk menyemarakkan prosesi kirab trofi dan piagama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu. Animo masyarakat tinggi menyaksikan kirab penghargaan itu, mereka memadati sepanjang rute.
Tiba di halaman Balai Kota Surabaya, rombongan kirab disambut ribuan petugas kebersihan, baik dari petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun dari Satuan Tugas (Satgas) pematusan Dinas Sumber Daya Air maupun Bina Marga (DSDABM) Surabaya.
"Matur nuwun kepada seluruh petugas DLH, tim DSDABM yang menjaga Kota Surabaya tetap bersih, dan tidak mengenal kata menyerah. Matur nuwun untuk seluruh RT, RW, LPMK, juga Kader Surabaya Hebat (KSH) yang sudah luar biasa," kata Wali Kota Eri di Balai Kota Surabaya.
Ia juga memastikan bahwa beberapa waktu terakhir ini, Surabaya tidak hanya meraih Adipura Kencana, tapi juga menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional, yang diraih oleh anak SD-SMP se-Kota Surabaya.
Tak hanya itu, pemkot juga meraih penghargaan Proklim yang sebelumnya diikuti oleh KSH, RT, RW, LPMK, dan seluruh masyarakat di perkampungan Kota Surabaya. Bahkan, Surabaya juga meraih penghargaan Nirwasita Tantra.
Baca Juga: Eri Cahyadi Tegaskan 24 Ribu Tenaga Outsourcing Pemkot Surabaya Dipertahankan Tahun Depan
"Penghargaan ini bukan untuk wali kota, tapi untuk seluruh warga Surabaya yang sangat luar biasa mencintai kotanya. Program Surabaya Bergerak ternyata mampu menjaga kebersihan Surabaya. Kolaborasi dalam menjaga lingkungan ini akhirnya berhasil mengantarkan Surabaya meraih banyak penghargaan,” tegasnya.
Oleh karena itu ia memastikan, piala Adipura Kencana yang sudah diterima oleh Surabaya untuk yang ke-7 kalinya itu, tidak akan dipajang di Balai Kota Surabaya saja, namun akan digilir tiap pekan di seluruh kecamatan se-Surabaya. Dia ingin semua warga bisa ikut merasa memiliki penghargaan tersebut.
“Nanti RT, RW, KSH bisa foto bareng dan merasakan prestasi dari hasil gotong royong serta guyub rukunnya warga Kota Surabaya ini. Penghargaan ini juga menjadi kado terindah di dua tahun kepemimpinan kami. Semoga kita bisa terus menjaga guyub rukun dan gotong royong ini,” tergasnya.
Kepala DLH Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengakui, berbagai penghargaan ini diraih dengan penuh perjuangan, sebab proses penilaian dari beberapa penghargaan ini berlangsung selama setahun. Salah satunya penghargaan Adipura Kencana yang mana visitasi dan peninjauan oleh tim juri berlansung selama setahun.
“Kalau tidak konsisten, bukan perkara mudah menjaga lingkungan seluruh kota,” katanya.
Ia bersyukur, karena saat ini, sudah ada sekitar 2 ribu petugas di DLH dan sekitar 1.400 di Satgas Pematusan, yang telah bahu membahu menjaga kebersihan Surabaya. Namun ia juga menyadari bahwa kebersihan Surabaya tidak akan bisa terwujud tanpa ada kolaborasi dengan semua elemen masyarakat, mulai dari sekolah, perkantoran dan berbagai pihak yang ikut menjaga lingkungan.
Berita Terkait
-
Masuk 2023, Pemkot Surabaya Siap dengan Terobosan dan Inovasi untuk Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia
-
Mulai 2023 Pemkot Surabaya Gunakan Kendaraan Operasional Elektrifikasi, Diawali Sepeda Motor Listrik
-
Pemkot Surabaya Satu-satunya di Indonesia Raih Peringkat A Indeks Reformasi Birokrasi
-
Pemkot Surabaya buat Kriya galeri khusus penyandang disabilitas
-
Pemkot Surabaya Lakukan Pengecekan Ulang Penerima BPJS Gratis
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara