Suara.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Atnike Nova Sigiro menyebut tim ad hoc untuk penyelidikan kasus pelanggaran HAM berat pembunuhan aktivis Munir telah lengkap. Tim ad hoc ini sempat mengalami pembaruan, lantaran adanya penggantian jajaran Komisioner Komnas HAM.
Meski sudah lengkap, ia menyebut belum ada anggota tim ad hoc yang berasal dari eksternal Komnas HAM. Proses penyelidikan yang berjalan, masih sepenuhnya dilakukan internalnya.
"(Tim ad hoc) sudah (lengkap). Belum ada (anggota eksternal)," ujar Atnike di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (7/3/2023).
Meski sudah ada tim ad hoc, Atnike menyebut penyelidikan kasus Munir masih lama untuk bisa rampung.
Saat ini, pihaknya masih mempelajari hasil penyelidikan terdahulu.
"Masih lama (penyelidikan rampung). Karena kami masih mempelajari hasil penyelidikan terdahulu. Kan komisioner lalu sudah membentuk tim ad hoc tapi belum ada hasil," ucapnya.
Lantaran tim ad hoc terdahulu belum menghasilkan apapun, bisa dibilang sampai saat ini penyelidikan dilakukan dari awal.
"Ya (dari) 0 itu penyelidikan pelanggaran ham berat menurut undang-undang itu belum mulai sebenernya. udah dibentuk tim tapi belum penyelidikan. Jadi kami dari awal sebetulnya," katanya.
Baca Juga: Suciwati Sebut Anggota Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat Munir Diumumkan 10 Januari
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?