Suara.com - Kehidupan tersangka penganiayaan David Ozora Latumahina, Mario Dandy terus dikulik oleh warganet. Satu per satu ulahnya dibongkar di media sosial.
Sikap arogannya Mario Dandy tampak dalam video penganiayaan David. Ketika tengah dicegah untuk melanjutkan penganiayaan oleh tersangka Shane Lukas, Dandy berteriak kalau dirinya tidak takut anak orang mati.
"Gua nggak takut anak orang mati!," teriak Dandy sembari mengitari tubuh David yang tidak berdaya.
Tingkah Dandy itu tidak terlepas dari sosok ayahnya, Rafael Alun Trisambodo yang merupakan eks pejabat pajak. Hidup bergelimang harta dan juga kuasa membuat Dandy mengabaikan sikap tanggungjawabnya sebagai manusia.
Seperti cerita yang dibawa oleh ibu kantin tempat Mario bersekolah di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Ibu kantin itu bercerita kalau Mario kerap mengambil jajanan namun tidak langsung dibayar.
Kemudian, tersangka Shane sempat melontarkan cerita Dandy yang tidak perlu membayar ketika menggunakan jalan tol.
Shane Lukas melalui pengacaranya, Happy SP Sihombing mengaku pernah diajari oleh Mario Dandy cara melewati jalan tol tanpa membayar.
Menurut penuturan pengacara dilansir dari Instagram @allartis, Shane Lukas kerap merasa tertekan karena Mario Dandy bisa melakukan apapun.
Kekinian terungkap cerita Dandy kabur usai mengisi bensin di SPBU Pesanggrahan.
Baca Juga: Sah! Polda Metro Jaya Perpanjang Penahanan Mario Dandy Cs
Peristiwa dua tahun lalu itu sempat viral dan membuat geram masyarakat. Dalam sebuah artikel tertulis judul 'Pengemudi BMW Kabur Setelah Isi Bensin Full Tank, Petugas SPBU Ganti Rugi Rp 602.000'.
"Mau cerita dikit. Mario sebelum pakai Rubicon pakai BMW, nah ini salah satu kenakalan si MDS aka Mario," cuit akun @Logikapolitik.id dikutip Kamis (16/3/2023).
Kabarnya polisi berhasil menangkap Mario Dandy. Tapi dia kemudian dibebaskan setelah ayahnya, Rafael Alun Trisambodo turun tangan menyelesaikan kasus tersebut.
Berita Terkait
-
Akhirnya Muncul! Ini Rupa Anastasia Pretya Amanda, Sang Pembisik sekaligus Mantan Mario Dandy Satriyo
-
Mario Dandy dan Shane Lukas Jalani Tes Psikologi Forensik Atas Ulah Brutalnya ke David
-
Mantan Mario Dandy Muncul ke Publik, Bantah Jadi Pembisik dan Akui Tidak Kenal Agnes Gracia
-
Fakta Baru Kasus Mario Dandy Bertemu Amanda Meski Keberatan, Tidak Kenal Sosok Agnes Garcia dan David Ozora
-
Sosok APA yang Disebut Pembisik Mario Dandy Akhirnya Muncul ke Publik
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar