Suara.com - Komisi III DPR meminta Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Silmy Karim turun tangan melakukan pengecekan terhadap para warga negara asing (WNA) di Kampung Rusia, Kuta Selatan, Bali.
Permintaan pengecekan terhadap WNA itu menyusul viralnya kelakuan para wisatawan asing di daerah Kampun Rusia.
"Ini hal yang lagi viral sekarang, ini ke Pak Silmy, pak. Soal Kampung Rusia di Kuta Selatan, Bali, pak," kata Habiburokhman dalam rapat kerja Komisi III DPR, Rabu (29/3/2023).
"Saya pikir sih rasa rasanya, kalau begitu banyak pendapat netizen yang menganggap ini hal yang negatif, banyak pelanggaran imigrasi pak di situ pak, coba dicek satu demi satu, izin tinggalnya kemudian apakah mereka melakukan kerja atau tidak," pinta Habiburokhman ke Silmy.
Habiburokhman menyampaikan, informasi yang diperolehnya terkait wisatawan, justru menjadi pekerja di Kampung Rusia.
"Saya dengar katanya ada yang jadi fotografer, ada yang jadi tour guide. Bukan hanya bagi orang Rusia bagi warga negara dari tamu dari negara lain, coba dicek yang bener pak," kata Habiburokhman.
Hal serupa juga diminta anggota Komisi III Rano Alfath. Ia menyoroti berbagai kelakuan wisatawan di Kampung Rusia yang dinilai melanggar ketentuan.
"Ini terkait para warga asing yang tinggal di atau wisata di wilayah kita. Kan berapa kali sedang viral. Berapa kali ada pelanggaran-pelanggaran hukum yang memang dilakukan," kata Rano.
Diketahui, Bali sebagai destinasi pariwisata internasional, menjadi tujuan wisata turis yang datang dari berbagai negara.
Baca Juga: Dua Bule Viral Cekcok dengan Pecalang Saat Nyepi Kini Diamankan Pihak Imigrasi
Namun tampaknya tidak semua wisatawan asing yang ramah dan bisa menyesuaikan diri dengan budaya dan adat setempat.
Di antara mereka adalah yang dianggap meresahkan karena ulahnya yang bertentangan dengan norma dan hukum masyarakat sekitar, seperti ugal-ugalan di jalan raya hingga melecehkan sejumlah lokasi yang dianggap suci.
Dan baru-baru ini bahkan ditemukan sebuah wilayah yang disebut dengan Kampung Rusia. Kampung tersebut ada di Kecamatan Kuta Selatan hingga Ubud, Gianyar.
Seperti apa keberadaan Kampung Rusia tersebut? Berikut ulasannya.
Sudah ada sejak lama
Konsul Kehormatan Rusia di Bali, Gede Dharma Wijaya mengatakan, wilayah yang disebut dengan Kampung Rusia itu sudah ada di bali sejak lama. Namun ia tidak menyebutkan pasti sejak kapan kampung tersebut ada. Namun menurut dia, istilah itu belakangan mendadak ramai diperbincangkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026