Pasangan itu diukung oleh Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Pasangan Agus-Sylvi mendapatkan nomor urut satu, melawan dua pasangan lainnya yakni Basuki Tjahaja Pernama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies baswedan-Sandiaga Uno.
Setelah melalui serangkaian kampanye, tibalah hari pemungutan suara pada 15 Februari 2017. Dan AHY harus menelan pil pahit di debut pertamanya di kancah politik.
Pasangan Agus-Sylvy kalah di putaran pertama Pilgub DKI lantaran hanya meraih 17,06 persen suara, di bawah pasangan Anies Sandi (39,95 persen) dan pasangan Ahok-Djarot (42,99 persen).
Kalah di Pilgub Jakarta tak membuatnya putus asa. Pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978 itu kemudian dipercaya menjadi Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) untuk pemenangan Partai Demokrat di Pileg 2019.
Dan berkat hasil kerja keras AHY, di Pileg 2019, Partai Demokrat berhasil mendapat 7,8 persen dari sebelumnya elektabilitas partai itu hanya 4 sampai 5 persen.
Setelah Pileg 2019, AHY sempat menduduki posisi Waketim partai Demokrat karena ada perubahan susuran pengurus di internal partai.
Dan pincaknya, suami Aniisa Pohan itu terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres V Partai Demokrat pada maret 2020.
Ia sempat mendapatkan ujian politik, ketika sejumlah mantan kader Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, dan memilih Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB.
Baca Juga: Ancang-ancang Kudeta Demokrat? Ternyata Segini Harta Kekayaan Moeldoko
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Ancang-ancang Kudeta Demokrat? Ternyata Segini Harta Kekayaan Moeldoko
-
Moeldoko Dituding Tidak Terima Kalah Lalu Ajukan PK Kasus Kudeta Demokrat, Lalu Respons Menkumham?
-
Kembali Digoyang Moeldoko, Kader Demokrat Bogor Ajukan Perlindungan ke PN Cibinong
-
Ketum Partai Demokrat AHY Minta Doa Rakyat Indonesia dari Upaya Kudeta Kepala KSP Moeldoko
-
Jeruji Besi Tak Lagi Mengekang, Anas Urbaningrum Jadi Duri bagi SBY, Suara Demokrat Terpecah?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun