News / Nasional
Selasa, 04 April 2023 | 16:45 WIB
Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono (Kolase Tim Media Moeldoko/Instagram/@agusyudhoyono]

Pasangan itu diukung oleh Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Pasangan Agus-Sylvi mendapatkan nomor urut satu, melawan dua pasangan lainnya yakni Basuki Tjahaja Pernama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies baswedan-Sandiaga Uno.

Setelah melalui serangkaian kampanye, tibalah hari pemungutan suara pada 15 Februari 2017. Dan AHY harus menelan pil pahit di debut pertamanya di kancah politik.

Pasangan Agus-Sylvy kalah di putaran pertama Pilgub DKI lantaran hanya meraih 17,06 persen suara, di bawah pasangan Anies Sandi (39,95 persen) dan pasangan Ahok-Djarot (42,99 persen).

Kalah di Pilgub Jakarta tak membuatnya putus asa. Pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978 itu kemudian dipercaya menjadi Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) untuk pemenangan Partai Demokrat di Pileg 2019.

Dan berkat hasil kerja keras AHY, di Pileg 2019, Partai Demokrat berhasil mendapat 7,8 persen dari sebelumnya elektabilitas partai itu hanya 4 sampai 5 persen.

Setelah Pileg 2019, AHY sempat menduduki posisi Waketim partai Demokrat karena ada perubahan susuran pengurus di internal partai.

Dan pincaknya, suami Aniisa Pohan itu terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres V Partai Demokrat pada maret 2020.

Ia sempat mendapatkan ujian politik, ketika sejumlah mantan kader Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, dan memilih Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB.

Baca Juga: Ancang-ancang Kudeta Demokrat? Ternyata Segini Harta Kekayaan Moeldoko

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More