Suara.com - Sering kita melihat tukang bangunan yang tidak puasa dan tetap makan di bulan puasa Ramadhan. Meskipun begitu mereka tetap menjalankan shalat. Nah, bagaimana pandangan ulama melihat fenomena ini? Apa dosa jika tukang bangunan tidak puasa?
Mengenai hal ini, Buya Yahya telah memberikan jawaban yang menyejukkan umat Islam melalui channel Youtube Al-Bahjah TV. Jawaban yang dapat kita simak kali ini berkaitan dengan pertanyaan, "Apakah dosa jika tukang bangunan tidak puasa?"
Pertanyaan tersebut berkaitan dengan status penanya yang memiliki karyawan yang tidak puasa selama mengerjakan pembangunan rumah. Lantas apakah si penanya harus bertanggung jawab terhadap karyawan yang tidak puasa itu?
Persoalan ini cukup dilematis. Di satu sisi, kita tahu bahwa pekerja bangunan itu bekerja berat. Mereka mengeluarkan tenaga berat untuk menyelesaikan suatu proyek, sehingga mereka membutuhkan asupan makanan dan minuman disaat diperlukan.
Namun di sisi lain, puasa bulan Ramadhan merupakan kewajiban. Kita tidak ingin ikut menanggung dosa karena membiarkan tukang tidak puasa dan bahkan menawarkan makanan dan minuman saat mereka sedang bekerja di bulan Ramadhan.
Buya Yahya dengan uraiannya yang dipublikasikan dalam channel Youtube Al Bahjah TV berjudul "Tukang bangunan tidak puasa, siapa yang dosa?" menjawab bahwa kalau Anda memiliki karyawan atau tukang bangunan yang membangun rumah Anda tidak puasa, maka Anda memiliki tanggung jawab di hadapan Allah SWT.
"Kalau Anda membiarkan dia tidak berpuasa, maka Anda ikut andil dosa," kata Buya Yahya.
Hal ini tentunya menjadi bahan renungan yang sangat mendalam. Jika kita tidak mengingatkan karyawan untuk berpuasa kita termasuk golongan lupa dan lalai, tegas Buya.
Supaya terhindar dari dosa karena tidak mengingatkan karyawan yang tidak puasa, Buya Yahya memberi solusi agar karyawan tersebut diarahkan untuk shalat. Kita tidak boleh berputus asa untuk memberikan kebaikan kepada orang lain.
"Karena Anda punya power untuk melakukannya (sebagai atasan) untuk mengarahkan mereka," Kata Buya Yahya.
Agar para tukang bersedia puasa, kita bisa memberikan jam istirahat yang lebih banyak. Jika biasanya istirahat hanya 30 menit, pada saat puasa ditambah menjadi 1 jam. Kemudian, tambahlah sedekah Anda, misalnya dengan memberikan oleh-oleh berbuka puasa. Di mana para tukang dapat membawa pulang makanan dan minuman atau yang lainnya.
"Anda (akan dapatkan) pahala besar karena memberikan keringanan. Sedekah kita untuk dia selama bulan Ramadhan," kata Buya Yahya.
Jadi, intinya kita akan dapatkan dosa jika membiarkan tukang tidak ikut puasa selama bulan Ramadhan. Namun kita akan mendapatkan rezeki dan pahala berlimpah jika kita mengingatkan dan mengajak mereka tetap berpuasa selama bulan Ramadhan meskipun sedang bekerja berat.
Demikian itu arahan Buya Yahya, jawaban untuk pertanyaan apakah dosa jika tukang bangunan tidak puasa. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Kau Lakukan Perbuatan Ini Kata Ustadz Adi Hidayat, Maka Dosanya Lebih Besar dari Dosa Firaun! Naudzubillah
-
Penderita Diabetes Disarankan Olahraga setelah Buka Puasa, Jangan Lupa Atur Pola Minum!
-
Viral Pengobatan Ibu Dayak, Buya Yahya Beri Penjelasan
-
Dapat THR Mending Buat Dibagi-bagi Atau Bayar Utang? Buya Yahya Kasih Jawaban Bijak
-
Baca Yasin di Bulan Ramadhan: Keutamaan dan Bacaan Lengkap Ayatnya
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta
-
Kecelakaan Beruntun di Rawa Buaya: Truk Kontainer Tabrak Motor dan Mobil, Dua Terluka
-
Habiburokhman: Narasi Polri di Bawah Kementerian Lemahkan Presiden Prabowo
-
Tata Cara Baca Surat Yasin 3 Kali di Malam Nisfu Syaban, Bacalah Usai Maghrib dengan Niat Ini
-
Kemkomdigi Normalkan Akses Grok di X dengan Syarat Ketat dan Pengawasan Berkelanjutan
-
LSM Penjara 1 dan Polri: Mendefinisikan Ulang Keamanan Lewat Budaya Tertib Masyarakat
-
Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029