Suara.com - Sosok Yamitema Tirtajaya Laoly tiba-tiba jadi perhatian publik, setelah beredar video wawancara aktor senior Tio Pakusadewo dengan presenter Uya Kuya beberapa waktu lalu.
Dalam video pendek berdurasi 1 menit itu, Tio Pakusadewo mengungkapkan pengalamannya melihat peredaran narkoba dalam lapas ketika ia mendekam di sana.
Tanpa menyebut nama, Tio mengatakan ada seorang anak menteri yang terlibat dalam bisnis haram itu di dalam lapas.
"Yang menggagas itu bekas napi trus ngegaet anaknya menteri," papar Tio dalam video itu.
"Siapa menterinya Om?" kembali Uya bertanya.
Tio enggan menjawab pertanyaan Uya, dengan alasan bisa terkena masalah jika kasus ini terungkap ke publik.
Video itu lantas diunggah ulang oleh akun Twitter @PartaiSocmed dan akun itu meertegas sosok anak Menteri yang yang disebut Tio Pakusadewo. Menurut akun itu, anak menteri yang dimaksud adalah Yamitema Laoly, anak dari Menkumham Yasonna Laoly.
“Yang dimaksud Tio Pakusadewo pada bagian akhir video ini adalah Jeera Foundation dgn perusahaannya PT Natur Palas Indonesia yang memonopoli bisnis koperasi dan kantin di beberapa Lapas besar, dimana anak Yasonna Laoly jadi Chairman dan Co Founder,” tulis akun tersebut.
Atas dasar itulah lalu, Yamitema lantas dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Komrad Pancasila pada Senin (8/5/2023).
Koordinator Komrad Pancasila Antony Yudha mengatakan, pelaporan tersebut dilakukan karena adanya informasi mengenai keterlibatan Yamitema dalam memonopoli bisnis di lembaga pemasyarakatan (lapas).
"Makanya kita datang ke KPK untuk menelusuri apakah dugaan monopoli itu benar adanya," kata Antony saat ditemui awak media di Gedung Merah Putih KPK, Senin (8/5/2023).
Lantas seperti apakah sosok Yamitema Laoly dan bagaimana sepak terjangnya?simakulasan berikut ini.
Yamitema laoly akrab disapa Tema .Ia merupakan putra ketiga dari Yasonna Laoly yang kini menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia (Menkumham).
Sama seperti ayahnya, Tema juga memiliki ketertarikan di bidang hukum. Karena itulah ia memilih untuk menempuh pendidikan tinggi di Fakultas HukumUniversitas Sumatera Utara.
Tak sampai di situ, Tema lalu melanjutkan pendidikannya ke jenjang Strata 2 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Berita Terkait
-
Diperiksa jadi Tersangka, Pengacara Lukas Enembe Pakai Toga saat Datangi KPK: Simbol Advokat Berduka!
-
Momen Pertanyaan Lucu Awak Media kepada Kadinkes Lampung Reihana Usai Diperiksa KPK: Dari Alis Mirip Syahrini hingga Tips Jambul Tinggi
-
Dipanggil KPK Klarifikasi LHKPN, Bupati Bolaang Mongondow Utara Punya Harta Rp3,9 M
-
Pengerjaan Proyek Infrastruktur di Lampung Jadi Sorotan KPK
-
Profil Depri Pontoh, Bupati Bolaang Mongondow Utara yang Hartanya Diperiksa Tim LHKPN KPK
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri
-
Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang
-
Kemensos Butuh Rp2 Triliun Tangani Pasca-Bencana Sumatra, Anggaran Tersedia Baru Rp600 Miliar
-
KPK Ungkap Perusahaan Rudy Tanoesoedibjo Tak Salurkan Bansos
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Menlu Sugiono: Saya Baru Dengar Sekarang
-
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
-
Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 2.603 Hunian Tetap di Sumatra Rampung Mei 2026