Suara.com - Dalam berumah tangga, baik istri maupun suami harus bisa membedakan mana uang nafkah dan mana uang belanja. Lantas, apa perbedaan uang nafkah dan uang belanja? Berikut ini penjelasan menurut Buya Yahya.
Mengenai perbedaan uang nafkah dan uang belanja, Buya Yahya menjelaskannya dalam kajiannya yang diunggah dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada tanggal 6 Maret 2023.
Dalam kajiannya, Buya Yahya menyampaikan bahwa nafkah merupakan kewajiban yang bebankan pada suami untuk istrinya.
"Nafkah itu adalah kewajiban yang kita bebankan kepada suami untuk istrinya." Ucap Buya Yahya
Artinya seorang suami memiliki kewajiban mencukupi kebutuhan pribadi istrinya. Mulai dari urusan makannya, urusan pakaiannya, dan urusan tempat tinggalnya yang sesuai kemampuan suami. Meski demikian, sebagai suami hendaknya tidak itung-itungan atau pelit kepada istri.
"Jadi di dalam uang belanja itu ada nafkah. Kalau nafkah bener-bener itung-itungan, waduh nggak enak itung-itungan," ucap lagi Buya Yahya
Buya Yahya kembali menambahkan, menurut mazhab Syafi'i disebutkan juga bahwa nafkah dari suami yang diberikan kepada istri bisa disesuaikan kemampuan suami.
"Dalam Mazhab Syafi'i, nafkah diberikan ke istri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki suami. Sementara di mazhab lain, disesuaikan dengan Mazhab lain disesuaikan dengan maqom atau tingkatan seorang istri di hadapan Allah," jelas Buya Yahya
Buya Yahya juga menyampaikan, sebenarnya tak perlu membedakan antara uang nafkah maupun uang belanja, sebab keduanya sama saja.
Baca Juga: Buya Yahya Bocorkan 3 Prisnsip Berbisnis Nabi Muhammad SAW
Selain itu, Buya Yahya juga menyebutkan bahwa menanak nasi, mencuci baju, bukan kewajiban seorang istri. Tapi jika istri tidak mau menanak nasi, maka nafkah yang diberikan kepada istri yaitu dua genggam beras.
"Kadang istri melakukan sesuatu yang lebih di dalam rumah tangga, bukan pekerjaan istri dia kerjakan, menanak nasi dan mencuci baju bukan kewajiban bagi istri, tapi di saat istri tidak mau menanak nasi dan mencuci baju kasih dua genggam beras untuk nafkahnya," terang Buya Yahya.
Itulah mengapa, pentingnya belajar ilmu fikih karena ilmu fikih ini berguna untuk menyeimbangkan kehidupan, termasuk dalam berumah tangga. Ilmu fikih ini tidak membatasi kebaikan terhadap suami maupun istri.
Buya Yahya menegaskan, nafkah diberikan suami untuk memenuhi kebutuhan pribadi istri serta anaknya, sedangkan selebihnya merupakan hadiah atau kebaikan dari suami.
"Jadi istri jangan terlalu menuntut, jadi suami jangan pelit, istri melahirkan, mengasuh, memandikan, dan membersihkan kotoran anak masa tidak diperhatikan, suami macam apa," tegas Buya Yahya.
Demikian ulasan mengenai perbedaan uang nafkah dan uang belanja dalam berumah tangga menurut Buya Yahya yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat!
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!
-
Macet Parah di RE Martadinata, Sebagian Rute Transjakarta 10H Dialihkan via JIS
-
Komisi II DPR Tetapkan 9 Anggota Ombudsman RI 2026-2031, Hery Susanto Jadi Ketua
-
Ketua Banggar DPR Bela Pencalonan Thomas Djiwandono: Ini Soal Kemampuan, Bukan Nepotisme
-
Jaga Independensi BI, Thomas Djiwandono Tunjukkan Surat Mundur Dari Gerindra
-
Geger! Anggota Komcad TNI Jual Senpi Ilegal SIG Sauer di Bali, Terbongkar Modusnya
-
7 Hal Penting Terkait Dicopotnya Dezi Setiapermana dari Jabatan Kajari Magetan
-
Sampah Sisa Banjir Menumpuk di Kembangan, Wali Kota Jakbar: Proses Angkut ke Bantar Gebang