Suara.com - Komisi III DPR RI Fraksi PDIP disebut telah sepakat mendukung pemanfaatan ganja untuk kebutuhan medis. Hal tersebut diputuskan usai Komisi III DPR Fraksi PDIP mengadakan pertemuan dengan Yayasan Sativa Nusantara (YSN) dan Perkumpulan Lingkar Ganja Nusantara (LGN).
Pertemuan tersebut digelar pada Rabu (17/5/2023) kemarin. Dalam rapat tersebut hadir Anggota DPR Komisi III Ihsan Soelistio, M Nurdin, I Wayan Sudirta, Safaruddin, Johan Budi Sapto, Dhira Narayana, Singgih Tomi Gumilang.
Salah satu kesimpulan dari pertemuan tersebut, yakni Anggota Komisi III Fraksi DPR yang hadir sepakat untuk mendukung pemanfaatan ganja untuk medis.
"Poksi III Fraksi PDI Perjuangan secara serius mendukung pemanfaatan ganja medis," tulis keterangan YSN yang diterima Suara.com, Kamis (18/5/2023).
Selain itu, dijelaskan bila panitia kerja (Panja) UU Narkotika sebagian besar menyetujui konsep ganja medis meski ditolak oleh BNN.
"Termasuk seluruh anggota Poksi III Fraksi PDI Perjuangan, sebagian besar setuju," jelas YSN.
Dalam hal ini, Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP meminta hasil riset laboratorium terkait ganja medis. YSN dan LGN juga diminta untuk merumuskan sistem pengawasan yang dapat dilakukan oleh BNN dan Polri.
"Data dan aturan yang memadai harus disajikan untuk mempertahankan keputusan Poksi III Fraksi PDI Perjuangan yang mendukung ganja medis," sebut YSN.
Namun begitu, UU Narkotika kemungkinan akan ditunda pembahasannya karena ada usulan dari pemerintah untuk menggabungkan RUU Narkotika dengan UU Psikotropika.
Baca Juga: 20 Penelitian Sebut Ganja Medis Tidak Punya Efek Menyembuhkan, Klaimnya Berlebihan?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA
-
Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota
-
Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI
-
Prof Siti Zuhro: Elit Jadi Penghambat Kemajuan, Visi Prabowo Harus Dibuktikan
-
Detik-detik 9 WNI Ditodong Senjata Tentara Israel, Benjamin Netanyahu Buka Suara
-
Revisi UU HAM Bakal Siapkan Dana Abadi, Wamen HAM Tegaskan Bukan Alat Kontrol Organisasi Sipil
-
Istana Ungkap Alasan Prabowo Hadiri Paripurna DPR pada Hari Kebangkitan Nasional
-
Pejabat Israel Ungkap 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla Dibawa ke Penjara Terapung
-
Prabowo Bakal Sampaikan Langsung KEM-PPKF 2027 di DPR Besok, Dasco: Mungkin Ini Baru Pertama Kali
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla