Denny Indrayana juga menanggapi pernyataan Jokowi yang akan ikut cawe-cawe jelang Pemilu 2024. Pernyataan itu diungkapkan Jokowi di hadapan sejumlah pemimpin redaksi media dan content creator, di Istana Negara, Senin (29/5/2023).
Denny Indrayana yakin kalau Jokowi memiliki tujuan tertentu ketika melakukan cawe-cawe,meski presiden telah menegaskan melakukan hal itu demi kepentingan negara.
Menurut dia, bentuk cawe-cawe presiden yang nyata adalah ketika membiarkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko ingin merebut Partai Demokrat.
Menurut dia, jika Jokowi memang dalam posisi netral, seharusnya ia tidak membiarkan Moeldoko mencoba mengintervensi partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono itu.
Lebih lanjut ia menyebut, pembiaran yang dilakukan Jokowi terhadap manuver yang dilakukan Moeldoko adalah untuk menggagalkan Anies Baswedan sebagai bacapres dari Partai Demokrat.
Sebut PK Moeldoko telah diatur
Terkait dengan dugaan perebutan Partai Demokrat oleh Moeldoko, kini mantan panglima TNI itu telah mengajukan gugatan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).
Denny lalu mengeklaim kalau dirinya mendapatkan informasi kalau PK tersebut sudah diatur pemenangnya.
Ia menyebut mendapatkan pengakuan dari para terduga mafia kasus di MA yang menyatakan telah dijanjikan akan dibantu kasusnya, dengan syarat memenangkan PK Moeldoko di MA.
Menurut Denny, tidak ditahannya Sekretaris MA Hasbi Hasan merupakan indikasi kuat adanya upata tukar guling perkaranya di KPK dengan pemenangan PK Moeldoko di MA.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Putusan MK Belum Dibahas dalam RPH, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Info dari Denny Indrayana Bukan Rahasia Negara
-
Ogah Usut Informan Denny Indrayana Soal Bocoran Putusan Hakim, MK: Bukan Orang Dalam
-
Mahkamah Konstitusi Umumkan Jadwal Putusan Perkara Gugatan Sistem Pemilu Terbuka 3 Hari Sebelum Sidang
-
Usai Denny Indrayana Koar-koar, MK Klaim Tetap Proses Perkara soal Sistem Pemilu
-
Percaya Diri Lolos ke Senayan, Aldi Taher Minta Deddy Corbuzier Siap-Siap Pindah Negara
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan