Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo angkat bicara soal dirinya yang bakal dijadikan tersangka korupsi. Adapun sebelumnya, dalam gelar perkara pada Selasa (13/6/2023), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan tiga orang yang terlibat, termasuk dirinya.
Selain dia, KPK juga menyangkakan Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat Mesin Pertanian Kementan Muhammad Hatta. Sementara fokus kasus terkait gratifikasi, suap menyuap, penyalahgunaan SPJ, serta penggabungan berbagai perkara.
Syahrul sendiri sudah diminta datang ke KPK untuk klarifikasi soal dugaan kasus korupsi pada Jumat (16/6/2023) hari ini. Namun, ia tak memenuhi panggilan tersebut dan sudah buka suara terkait alasannya. Hal itu bisa diketahui melalui keempat poin pengakuannya berikut.
Tak penuhi panggilan KPK karena G20
Syahrul mengungkap alasan dirinya tidak memenuhi dalam panggilan KPK. Hal itu dikarenakan ia yang sedang menghadiri perhelatan G20 di India. Indonesia sendiri dipercaya menjadi Presidensi G20 Tahun 2022, sehingga menurutnya, ia perlu datang pada penutupan acara tersebut.
"Kami menghadiri pertemuan para Menteri Pertanian G20 di India. Indonesia yang telah dipercaya sebagai Presidensi G20 Tahun 2022 sepatutnya hadir dalam penutupan perhelatan Internasional tersebut," kata Syahrul dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/6/2023).
Minta jadwal pemeriksaan ulang
Ia juga mengatakan akan mengunjungi sejumlah negara lain, seperti Cina dan Korea Selatan. Tujuannya, dalam rangka kerja sama modrenisasi pertanian serta fasilitasi pasar ekspor pertanian. Untuk itu, ia tak bisa datang KPK dan meminta pemeriksaan dijadwalkan ulang pada 27 Juni.
"Kami belum bisa memenuhi undangan KPK hari ini sama sekali bukan karena urusan pribadi, tetapi dalam rangka menjalankan tugas negara. Namun, kami pastikan tetap menghormati KPK dan mengajukan permintaan agar dapat diperiksa pada hari Selasa, 27 Juni 2023," ujarnya.
Baca Juga: Menteri Pertanian Minta Pemeriksaan Korupsi Ditunda 27 Juni, KPK Tetapkan 19 Juni 2023
Meski sudah diminta agar pemeriksaan dilakukan pada 27 Juni, namun pihak KPK memilih waktu yang berbeda. Mereka memastikan akan memanggil Syahrul Yasin Limpo pada 19 Juni terkait dugaan kasus korupsi yang terjadi di Kementan dan berharap kali ini bisa dipenuhi.
Sebut banyak pihak yang mengaitkan kasus dengan politik
Dalam keterangannya tersebut, Syahrul juga menyebut banyak pihak yang mengaitkan penyelidikan dugaan korupsi di Kementan dan pemanggilan dirinya ke KPK dengan politik. Meski begitu, ia mengaku akan menjalani seluruh proses yang berlaku. Ia juga berharap hukum bisa ditegakkan.
"Saya menyimak sejumlah pihak mengaitkan proses hukum ini dengan politik. Sekalipun banyak pendapat seperti itu, dengan kerendahan hati, sebagai warga negara biasa saya akan menjalani seluruh aral-rintang ini. Tentu saja dengan berharap semoga ke depan hukum dapat ditegakkan dengan benar," ujar Syahrul.
Minta masyarakat tak cepat ambil kesimpulan
Lebih lanjut, Syahrul mengajak seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan di KPK. Ia kemudian meminta publik tidak cepat mengambil kesimpulan tentang dugaan korupsi di Kementan sebelum ada pernyataan resmi dari lembaga antirasuah itu.
"Saya mengajak, mari kita hormati proses yang berjalan di KPK dan tidak mengambil kesimpulan yang mendahului proses hukum dan informasi resmi dari KPK," katanya.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Menteri Pertanian Minta Pemeriksaan Korupsi Ditunda 27 Juni, KPK Tetapkan 19 Juni 2023
-
Batal Diperiksa KPK Karena Tugas Negara, Ini Yang Dilakukan Mentan Syahrul Yasin Limpo Di India
-
Kasus Dugaan Korupsinya Dikaitkan dengan Politik, Mentan Syahrul Yasin Limpo: Saya akan Jalani Aral-Rintang Ini!
-
CEK FAKTA: Johnny G Plate Divonis Mati oleh Presiden Jokowi, Ternyata
-
DPR Duga Kejagung Selektif dalam Pengusutan Kasus Korupsi Proyek BTS 4G
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno