Sebagian besar jamaah saat itu merupakan mitra dari PayTren. Mereka mengaku datang lantaran hendak berpartisipasi atas ajakan yang tersebar melalui jejaring media sosial.
Tak hanya itu, para jamaah juga dengan kompak menjawab bahwa mereka ingin berpartisipasi membantu Bank Syariah pertama di Indonesia tersebut.
Langkah ini diambil oleh Yusuf Mansur guna membantu Bank Muamalat yang pada saat itu tengah membutuhkan dana untuk mempertahankan bisnisnya.
Marah di Medsos karena PayTren
Yusuf Mansur menjadi viral di media sosial pada April 2022. Ini setelah videonya yang sedang marah-marah mencari dana Rp 1 triliun untuk PayTren tersebar luas.
Dalam video tersebut, Yusuf Mansur menjelaskan bahwa selama ini ia berupaya untuk mengurus PayTren dengan baik.
Digugat karena PayTren
Pada awal tahun 2022, Yusuf Mansur juga pernah dilanda masalah menyangkut PayTren. Ia digugat oleh sejumlah pegawai PT Veritra Sentosa Internasional atau PayTren.
Gugatan tersebut diproses oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung. Yusuf Mansur digugat oleh pegawainya karena menunggak gaji karyawan sampai Rp 616 juta.
Baca Juga: Digugat Rp 98 Triliun, Ternyata Segini Harta Kekayaan Yusuf Mansur
Pada bulan Juni tahun 2022, kuasa hukum Yusuf Mansur berjanji akan menyelesaikan kewajiban gugatan tunggakan gaji karyawan sebesar Rp 616 juta tersebut.
Wanprestasi program tabungan tanah
Pada akhir tahun 2021, investor mulai mengejar Yusuf Mansur untuk meminta kejelasan terkait dengan hasil investasinya tentang program tabung tanah.
Terdapat dua gugatan, pertama yaitu terdaftar dengan nomor 1366/Pdt.G/2021/PN Tng yang diajukan oleh Sri Sukarsih dan Marsiti. Ia digugat untuk membayar total sebesar Rp 337.960.000.
Gugatan kedua yaitu tentang perbuatan melawan hukum. Gugatan tersebut juga sama-sama diajukan pada akhir 2021. Yusuf Mansur digugat membayar total Rp 560.156.390 untuk 3 penggugat.
Wanprestasi investasi batu bara
Pada bulan Juni 2022, Yusuf Mansur kembali diterpa masalah. Kali ini terkait dengan investasi perusahaan batu bara.
Akibat kasus ini, sekitar 30 orang menggeruduk kediamannya. Mereka hendak menagih investasi batu bara yang mencapai miliaran rupiah.
Investasi tersebut dilakukan oleh puluhan orang di akhir tahun 2009. Oleh karenanya, hingga 13 tahun lamanya tidak ada kabar terkait dengan hasil investasi tersebut kepada para investor.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Digugat Rp 98 Triliun, Ternyata Segini Harta Kekayaan Yusuf Mansur
-
Muncul Desakan Boikot Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett, KPI Bilang Begini
-
Timeline Kasus Yusuf Mansur Digugat Rp 98 Triliun: Ending Selamat
-
Polemik Isu Ajaran Sesat Belum Usai, Ponpes Al Zaytun Tetap Buka Pendaftaran Santri Baru, Segini Biayanya
-
Kronologi Kasus Investasi Batu Bara Yusuf Mansur, Dituntut Ganti Rugi hingga Rp98 T
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
-
Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha
-
Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000
-
Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen
-
Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!
-
Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan
-
Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR
-
Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan
-
Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan