Suara.com - Polisi kini merilis fakta terbaru terkait kasus motif mutilasi Sleman yang menelan korban Redho Tri Agustian (21), seorang mahasiswa rantau dari Bangka Belitung.
Alih-alih memberikan kejelasan bagi publik, motif yang dibeberkan oleh polisi justru menimbulkan teka-teki besar.
Pasalnya, polisi hanya memberikan detil bahwa motif pembunuhan Redho dilatarbelakangi oleh aktivitas tak wajar.
Aktivitas tak wajar tersebut dilakukan oleh korban dan juga pelaku.
Lantas apa maksud dari 'aktivitas tak wajar' itu?
Penjelasan motif mutilasi Sleman versi polisi: Janjian ketemu dan lakukan aktivitas tak wajar
Polisi lebih dulu menjelaskan bahwa korban mengenal pelaku melalui grup Facebook atau FB.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi dalam konferensi pers di kantornya yang dilaksanakan pada Selasa (18/7/2023) membeberkan Redho berkenalan dengan pelaku berinisial W atau Waliyin via grup FB.
Keduanya juga telah berkomunikasi selama 3 hingga 4 bulan sebelum akhirnya bertemu.
Baca Juga: Pelaku Mutilasi Sleman Rebus Tubuh Korban, Bisa Hapus Sidik Jari?
Redho akhirnya janjian untuk bertemu dengan Waliyin yang kala itu berada di luar kota.
Sontak Waliyin datang ke Yogyakarta bersama pelaku lain yakni RD.
Waliyin datang pada Selasa (11/7/2023). Korban dan pelaku lalu bertemu di tempat kejadian perkara (TKP), yaitu di kamar kos milik Waliyin yang berlokasi di kelurahan Triharjo, Sleman.
Endriardi membeberkan keduanya kemudian melakukan aktivitas yang tak wajar.
Sayangnya, baik Kompol Endriardi dan pihaknya belum ada yang siap mendetilkan apa yang dimaksud dengan aktivitas tak wajar tersebut.
Pertemuan tersebut disebut berbuah petaka. Endriardi selanjutnya memaparkan bahwa sempat terjadi tindakan kekerasan yang berlebih terhadap Redho.
Berita Terkait
-
Pelaku Mutilasi Sleman Rebus Tubuh Korban, Bisa Hapus Sidik Jari?
-
Sebaran Lokasi Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Sleman: Dihanyutkan, Dipendam hingga Direbus
-
Timeline Redho Kenal Pelaku sampai Jadi Korban Mutilasi: Berawal dari Grup Facebook
-
Fakta Kasus Mutilasi di Sleman: Bagian Tubuh Ditemukan Warga saat Memancing
-
Kronologi Mutilasi Sleman Versi Polisi: Kenalan di FB hingga Korban Direbus
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan
-
Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan
-
Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran
-
Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat
-
Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat
-
Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas
-
Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang