Suara.com - Sebanyak 111 unit kendaraan terjaring dalam razia uji emisi yang digelar di kawasan Taman Anggrek, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (1/9/2023).
Dari ratusan kendaraan tersebut, 50 merupakan kendaraan pribadi, lima unit kendaraan pelat merah, 24 kendaraan solar, dan 32 unit sepeda motor.
Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dampak Lingkungan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Herry Pratama mengatakan, dari kelima kendaraan plat merah yang diperiksa, dua diantaranya tidak lolos uji emisi.
“Mobil kendaraan dinas, lolos tiga, tidak lolos dua," kata Herry, saat di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (1/9/2023).
Sementara dari 50 kendaraan pribadi, 47 dinyatakan lolos, sementara 3 lainnya tidak lolos. Kemudian, dari 32 motor yang mengikuti uji emisi, total ada 23 unit dinyatakan lolos, sementara sisanya dinyatakan tidak lolos.
"Kemudian dari 24 (kendaraan) mobil solar sesuai KIR menurut perhubungan, artinya dia sudah di uji emisi, enggak perlu lagi, dia ada bukti-bukti KIR-nya,” ucapnya Herry
“Tetapi yang diperiksa ada yang pribadi, ini yang pribadi ini dua lolos, empat tidak lolos," imbuhnya.
Herry mengaku, jika tilang uji emisi ini berjalan lancar. Kedepan, pihaknya bakal rutin melakukan tilang uji emisi setiap pekannya.
Sementara itu, salah seorang pengendara yang lolos uji emisi, Hariadi Wibowo (30), mengatakan jika proses tilang emisi tidak memakan waktu lama, hanya 15 menit saja.
Baca Juga: Pemprov DKI Pastikan Gelar Tilang Uji Emisi Tiap Pekan di Lokasi Berbeda
Hariadi mengaku senang dengan adanya tilang tersebut, lantaran ia jadi tahu kondisi motor Yamaha Nmax yang dibelinya 2016 lalu.
Hariadi mengaku, tidak ada perawatan khusus agar bisa lolos dari uji emisi. Ia hanya rutin melakukan penggantian oli dan servis, sebulan sekali.
"Jadi kendaraan-kendaraan yang memang sudah seharusnya diservis ya, wajib diservis," ucap Hariadi, Jumat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat
-
2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat
-
Menko PMK Pratikno Soal Longsor Bandung Barat: SAR 24 Jam Cari 83 Korban Hilang
-
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm
-
Menteri Trenggono Ikut Presiden ke London dan Davos Sebelum Pingsan, Tapi Besok Sudah Ngantor
-
KPK Bongkar Skema Pemerasan Caperdes Pati, Bupati Sudewo Ditaksir Bisa Kantongi Rp50 Miliar
-
Kronologi Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Suara Debam Bikin Riuh
-
Soal Sengketa Tanah Jimbaran, Ombudsman RI Sebut BPN Bali Patuhi Rekomendasi
-
Hasto Kristiyanto: Satyam Eva Jayate Adalah Benteng Moral PDIP Tegakkan Kebenaran
-
Oknum TNI AL Mabuk dan Aniaya Warga Talaud, Masyarakat Geram Hingga Kapal Rusak Parah