Suara.com - Belakangan ini, profil dan biodata Kyai Thoifur banyak dicari. Pasalnya, namanya dikaitkan dengan pencalonan presiden dan wakil presiden di pemilu 2024 mendatang. Seperti apa profil dan biodata Kyai Thoifur?
Kabarnya, duet capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar telah mendapatkan restu dari Kyai Thoifur, yang merupakan salah satu tokoh kondang asal Purworejo, Jawa Tengah. Hal tersebut terungkap dari pernyataan Anies dan Muhaimin dalam sesi wawancara dengan Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa, di Jakarta, pada Senin (4/9/2023) kemarin.
Profil dan Biodata Kyai Thoifur
Kyai Thoifur, yang memiliki nama lengkap Muhammad Thoifur Mawardi ini adalah putra dari KH R Mawardi. Kyai Thoifur lahir pada tanggal 8 Agustus 1955. Diketaui, Kyai Thoifur melanglang buana dalam Menuntut Ilmu di Jawa seperti di Pondok Sugihan Kajoran Magelang, Pondok Lasem Rembang dan yang masyhur di Rushoifah di tempat “Imam Ahlussunnah wal jama’ah Abad 21” Al Qutb Al Irsyad wadda’wah Assayyid Muhammad bin ‘Alawi Almaliki Alhasani dari tahun 1976 hingga 1988.
Kyai Thoifur ini berjuluk Ahli mimpi bertemu Rasulullah, di mana citra inilah yang sangat melekat pada KH Muhammad Thoifur Mawardi. Selain itu, keluasan beliau dalam keilmuan bahkan sampai membuatnya digelari “kitab berjalan” dan itu sangat tidak berlebihan mengingat banyaknya Alim Ulama dan Habaib yg menaruh rasa hurmat wattakriman kepadanya.
Saat ini, Kyai Thoifur masih aktif menjadi Pengasuh Pesantren Darut Tauhid Kedungsari Purworejo. Di usia yang tidam muda lagi, ternyata fisik beliau masih begitu kuat untuk berpuluh-puluh ibadah dari nasyril ‘Ilm sampai munajat di dini hari.
Kyai Thoifur Mendukung Anies-Muhaimin
Anies dan Muhaimin dalam sesi wawancara dengan Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa, di Jakarta, pada Senin (4/9/2023) kemarin memang sempat menyampaikan bahwa mereka telah mendapatkan restu dari Kyai Thoifur. Muhaimin menjelaskan, bahwa pada saat berhaji kemarin ia dipanggil Kyai Thoifur untuk datang ke hotelnya.
“Beliau tiba-tiba bilang, ‘Muhaimin, saya sudah istikhoroh. Jodohmu Anies. Camkan saja, katanya", cerita Cak Imin mengulang ucapan Kyai Thoifur.
Baca Juga: Beda Bibit Bebet Bobot Cak Imin vs AHY: Siapa Paling Pantas Jadi Cawapres Anies?
Pada saat itu, Cak Imin menganggap hal itu sebagai masukan saja.
“Saya tak komentar, membawa saya ke alam bawah sadar hingga akhirnya kita (Muhaimin dan Anies) ketemu", ujar Cak Imin.
Sementara itu, Anies juga punya cerita serupa. Pada saat ia mengejar pesawat untuk kembali ke Jakarta, di Bandara Juanda, Surabaya, tiba-tiba KH Abdullah Munif, PP Anwarul Maliki Sukorejo, Pasuruan, datang menyongsong Anies.
“Pak Anies, saya minta waktu bicara. Ada pesan dari kyai Thoifur, agar Pak Anies berpasangan dengan Muhaimin", kata Gus Munif, sebagaimana diceritakan ulang oleh Anies.
Kemudian Anies membalas, “Tolong sampaikan pada kyai Thoifur, mohon doanya".
Kini, Anies-Muhaimin resmi dideklarasikan sebagai capres-cawapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) di Surabaya, Jawa Timur, tepatnya pada hari Sabtu (2/9/2023) lalu.
Tag
Berita Terkait
-
Tentukan Cawapres Anies Lewat Musyawarah Majelis Syura, PKS Tunggu Cak Imin Sowan
-
Beda Bibit Bebet Bobot Cak Imin vs AHY: Siapa Paling Pantas Jadi Cawapres Anies?
-
Kronologi Anies Depak AHY dan Pilih Cak Imin: Diwarnai Gebrak Meja
-
Ganjar Dapat Dukungan dari Penyandang Disabilitas, Basarah PDIP: Menunjukan Mereka Melek Politik
-
Ganjar Belum Umumkan Cawapres Tapi Sudah Bentuk Tim Pemenangan, PDIP: Pembentukan TPN Lebih Mendesak
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang