Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada Kamis (28/9/2023) sore. Hal itu dilakukan usai penanganan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) naik ke tahap penyidikan.
Namun hingga kini KPK belum menyampaikan pada publik mengenai barang bukti terkait perkara yang diperoleh dari penggeledahan rumah dinas Syahrul Yasin Limpo. Simak harta kekayaan Mentan Syahrul Yasin Limpo yang rumah dinasnya digeledah KPK berikut ini.
Harta Kekayaan Syahrul Yasin Limpo
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 20,05 miliar per 31 Desember 2022 seperti dikutip melalui laman resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Harta Syahrul tidak bertambah secara signifikan dibanding masa awal dia menjabat sebagai Mentan. Harta kekayaan Syahrul tercatat Rp 18,96 miliar pada Oktober 2019.
Harta kekayaan Syahrul Yasin Limpo dalam laporan LHKPN 2022 mencapai Rp 20.058.042.532. Harta itu terbagi dalam tanah dan bangunan sebesar Rp 11.31 miliar yang berada di Gowa dan Makassar yang diperoleh dari hasil sendiri serta warisan.
Syahrul juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 1,47 miliar. Kendaraan Syahrul itu terdiri dari mobil Toyota Alphard Minibus tahun 2004 senilai Rp 350 juta, mobil Mercedes Benz Sedan tahun 2004 seharga Rp 250 juta dan Mobil Suzuki APV Minibus tahun 2004 seharga Rp 50 juta.
Selain itu Syahrul juga mempunyai Mobil Mitsubishi Galant Sedan tahun 2000, seharga Rp 90 juta, mobil Toyota Kijang Innova Minibus tahun 2014 seharga Rp 200 juta dan mobil Jeep Cherokee Jeep tahun 2011 (hibah tanpa akta) senilai Rp 500 juta. Sementara sepeda motor yang dimiliki Syahrul adalah Harley Davidson tahun 1986 seharga Rp 35 juta.
Syahrul juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 1.149.970.000, kas dan setara kas sebesar Rp. 6.118.817.382. Syahrul tercatat tidak memiliki utang sehingga jumlah hartanya adalah Rp 20.058.042.532 (Rp 20,05 miliar).
Baca Juga: Hingga Jumat Pagi, Penggeledahan KPK di Rumah Mentan Syahrul Yasin Limpo Masih Berlangsung
Rumah Dinas Digeledah KPK
KPK menggeledah rumah dinas Syahrul Yasin Limpo di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (28/9/2023). Namun sang Menteri Pertanian ternyata sedang bertugas di Roma, Italia ketika rumah dinasnya digeledah KPK.
"Pak Mentan lagi di Roma," kata Bendahara Umum PartaiNasDem, Ahmad Sahroni pada Jumat (29/9/2023).
Sahroni mengatakan Syahrul Yasin berada di Roma untuk menghadiri forum tentang pangan. Namun belum ada informasi lebih lanjut terkait kepulangannya ke Indonesia.
Sejauh ini KPK belum memerinci alat bukti apa yang ditemukan dari penggeledahan rumah dinas Syahrul Yasin Limpo. "Benar, ada giat di sana," ucap Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri pada Kamis (28/9/2023) menjelaskan soal penggeledahan di rumah dinas Mentan.
Ali Fikri mengatakan KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi di lingkungan Kementan. KPK juga sedang menganalisis keterangan 49 pejabat di Kementan termasuk Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian.
Berita Terkait
-
Hingga Jumat Pagi, Penggeledahan KPK di Rumah Mentan Syahrul Yasin Limpo Masih Berlangsung
-
Profil dan Biodata Mentan Syahrul Yasin Limpo, Rumah Dinasnya Digeledah KPK
-
Syahrul Yasin Limpo Dan Dua Keluarganya di Pusaran Korupsi
-
Mentan Syahrul Yasin Limpo dan 2 Adiknya yang 'Kompak Nyemplung' di Pusaran Korupsi
-
Penyidik KPK Diduga Bawa Mesin Penghitung Uang saat Geledah Rumah Dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
NasDem Nilai Wacana Prabowo Dua Periode Masuk Akal, Approval Rating Hampir 80 Persen Jadi Dasar
-
Truk Terguling di S. Parman, Belasan Rute Transjakarta Terdampak Sore Ini
-
Pesan Prabowo untuk Thomas Djiwandono yang Resmi jadi Deputi Gubernur BI
-
Mantan Kepala LKPP Ungkap Aturan Harga E-Katalog dalam Sidang Dugaan Korupsi Nadiem Makarim
-
Ibu Korban Kecelakaan Maut di Singapura Masih Dirawat Intensif, Pengemudi Resmi Ditahan
-
Fakta Baru Kasus Pria Dikira Panggul Mayat, Biawak Gagal Dijual Dibawa Pulang Jalan Kaki
-
Terima Aspirasi Amnesty, DPD RI Dorong Penyelesaian Damai Konflik dan Penguatan HAM di Papua
-
Amnesty Internasional Laporkan Tragedi Gearek ke DPD: Heli Militer Diduga Serang Pemukiman
-
Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!
-
Sempat Dinonaktifkan, Mensos Pastikan BPJS PBI 106 Ribu Pasien Katastropik Aktif Otomatis