- Menteri Sosial Gus Ipul pastikan 106.000 peserta BPJS PBI penyakit katastropik otomatis aktif kembali.
- Reaktivasi ini dilakukan agar layanan kesehatan pasien jantung, kanker, stroke, serta gagal ginjal tidak terganggu.
- Penonaktifan peserta PBI sebelumnya disebabkan pemutakhiran data DTSEN yang dilakukan Kemensos Januari 2026.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan bahwa status BPJS PBI milik pasien penyakit katastropik yang sempat dinonaktifkan akan otomatis direaktivasi. Jumlahnya mencapai ratusan ribu peserta yang sebelumnya berstatus nonaktif akibat proses pemutakhiran data oleh Kementerian Sosial.
“Reaktivasi otomatis kepada 106.000 penderita penyakit katastropik atau kondisi kesehatan serius mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Ini kita dapat datanya dari BPJS Kesehatan,” kata Gus Ipul saat rapat di DPR, Senin (9/2/2026).
Gus Ipul memaparkan, penyakit katastropik yang dimaksud antara lain jantung, kanker, stroke, hingga gagal ginjal. Kebijakan reaktivasi otomatis tersebut bertujuan agar tidak mengganggu layanan kesehatan yang sedang berjalan.
“Agar layanan kesehatan tidak terganggu dan dapat melakukan reaktivasi menyusul,” tuturnya.
Sebelumnya, BPJS Kesehatan juga menyampaikan bahwa terdapat 11.085.286 peserta PBI yang dinonaktifkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 Januari 2026 dengan TMT 1 Februari 2026.
Penonaktifan peserta PBI JKN tersebut dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Meski demikian, Mensos memastikan kuota kepesertaan BPJS PBI tidak dikurangi.
Penonaktifan PBI JKN dilakukan berdasarkan 19 latar belakang, antara lain pindah segmen, meninggal dunia, individu tidak ditemukan, serta bantuan sosial atau bansos yang tidak digunakan sesuai peruntukannya. Namun, penonaktifan kepesertaan paling banyak terjadi akibat pembaruan peringkat kesejahteraan keluarga, yang mencapai 10.703.364 orang.
Berita Terkait
-
Mensos Pastikan Pasien PBI JK Nonaktif Dijamin 3 Bulan: Siapapun Pasien Itu, RS Tak Boleh Menolak
-
Cara Mengecek Apakah BPJS PBI Masih Aktif atau Tidak Agar Tetap Bisa Berobat
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
Ketimpangan PBI JKN: 54 Juta Warga Miskin Belum Terdaftar, 15 Juta yang Mampu Masih Terima Subsidi
-
Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk