Suara.com - AQUA mulai berproduksi di Cianjur sejak 2011 dan selama lebih dari satu dekade terus menghasilkan air minum dalam kemasan berkualitas tinggi guna memenuhi kebutuhan hidrasi sehat konsumen di Jawa Barat dan sekitarnya.
“Produk AQUA hasil Pabrik AQUA Cianjur adalah produk air minum dalam kemasan yang sehat dan berkualitas tinggi,” ungkap Kepala Pabrik AQUA Cianjur, Asep Mawan Ruswandi.
Untuk menghasilkan air minum dalam kemasan berkualitas tinggi itu Pabrik AQUA Cianjur menerapkan konsep ramah lingkungan di semua aspek operasional pabrik, baik di dalam maupun di sekitar pabrik, yang menitikberatkan pada efektivitas dan efisiensi produksi dengan fokus pada upaya penghematan air dan energi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga daur ulang limbah.
“Dari situlah dihasilkan produk air minum dalam kemasan yang selalu terjaga kemurniannya, sehat dan berkualitas yang bermanfaat untuk kesehatan masyarakat luas,” ujar Asep.
Pabrik AQUA Cianjur juga tidak hanya sibuk menjalakan kegiatan operasional bisnis semata. Pabrik AQUA Cianjur gencar menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan untuk menjaga kualitas dan keseimbangan kuantitas air, bekerjasama dengan berbagai pihak dan berbasis masyarakat.
“Perlindungan sumber daya air yang dijalankan Pabrik AQUA Cianjur bertujuan untuk menjamin ketersediaan air, kemurnian dan kualitas sumber air, serta menjaga kelestarian sumber daya air,“ jelas Asep.
“Air yang dimanfaatkan AQUA selalu diuji dan dipantau, baik dari kualitas maupun volumenya, sehingga kualitas air dan keseimbangan alam tetap terjaga. Air adalah sumber daya yang terbarukan. Oleh karena itu kami perlu menjaga keseimbangan di dalam siklus air, yaitu antara proses pengambilan dan pengisian air Kembali,” tambah Asep.
Sementara itu H tokoh masyarakat dan Ketua Bumdesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama) Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Iwan Tudi Hermawan, SH menuturkan AQUA adalah air minum dalam kemasan yang higienis dan berkualitas tinggi.
“Kami sekeluarga selalu mengkonsumsi AQUA baik di rumah maupun dalam perjalanan. Kami selalu yakin bahwa produk AQUA bermanfaat untuk kesehatan kami sekeluarga,” jelas H Iwan yang juga adalah anggota Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia).
Baca Juga: Tinggalkan Surat, Karyawan Pabrik di Ngawi Tewas Gantung Diri
Ia menambahkan bahwa AQUA menjalankan kontrol ketat terhadap semua aspek produksi. mulai dari pemilihan sumber air terbaik yang terletak di dalam dan menyatu dengan Pabrik AQUA Cianjur, pengelolaan bahan baku, hingga pengemasannya berlangsung dengan sangat baik.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Hj Teni Hernawati, yang menilai rasa AQUA yang sehat menyegarkan membuat dirinya dan keluarga selalu mengkonsumsi AQUA. “Saya yakin AQUA adalah produk air minum yang berkualitas,” ungkapnya.
Berbagai upaya telah dilakukan Pabrik AQUA Cianjur untuk menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan, termasuk melakukan upaya-upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
“Sejak 2017 Pabrik AQUA Cianjur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, melalui penyediaan sarana air bersih dan sanitasi di Kecamatan Gekbrong dan Warungkondang,” kata Hj Teni.
“Kami juga bekerjasama dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten, yaitu berupa pemberian edukasi, pelatihan, dan pemberian makanan tambahan kepada kelompok masyarakat yang rentan terahdap stunting,” tambahnya.
Keberadaan Pabrik AQUA Cianjur memang memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Hal itu diungkapkan oleh H Iwan, dimana keberadaan AQUA Cianjur membawa manfaat untuk masyarakat Gekbrong dan Kabupaten Cianjur pada umumnya, yaitu berupa perekrutan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Berita Terkait
-
Giliran DPC Gerindra Kabupaten Cianjur Usulkan Gibran jadi Cawapres Prabowo, Ganjar: Sudah Jelas Teruji!
-
Gerakan Kepiting AQUA Solok Bantu Pencegahan Stunting
-
Saling Hajar, Pelajar SMA di Cianjur Terlibat Aksi 5 Lawan 5
-
Breaking News! Pabrik Ekstasi dan Sabu di Tanjung Balai Dibongkar, Kapolda Sumut: Ini Dikendalikan Napi Lapas
-
SIG Gandeng Semen Gresik Gelar Retailer Gathering Se-Solo Raya
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang