Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah mengerahkan kapal induknya ke Laut Mediterania Timur. Hal ini bertujuan untuk mencegah keterlibatan Iran dan Hizbullah dalam konflik antara Israel dan Hamas di Palestina.
Kapal induk kedua ini, USS Dwight D. Eisenhower, dikerahkan dari Norfolk, Virginia, dan menuju ke Mediterania Timur setelah USS Gerald R. Ford tiba di lepas pantai Israel pada awal pekan ini.
Dikutip dari ABC News, kapal induk Eisenhower awalnya diarahkan ke Komando AS di Eropa. Namun, mendadak, kapal induk kedua yang dikerahkan ini kemudian diarahkan menuju ke perairan dekat Israel.
Kedua kapal itu, bersama dengan pasukan mereka diklaim bersiap di perairan tersebut agar menghalangi Iran dan sekutu mereka, termasuk Hizbullah di Lebanon untuk tidak ikut campur dalam serangan militer oleh Israel di Gaza.
Unit Ekspedisi Marinir ke-26 dari AS, yang memiliki kemampuan operasi khusus dan dapat bereaksi cepat, juga sedang bersiap untuk memperkuat kehadiran pasukan AS di Israel jika diperlukan, meskipun belum ada perintah konkret untuk melakukan hal tersebut.
Militer Israel telah belum lama ini, mengumumkan ultimatum selama enam jam kepada warga sipil di Gaza untuk segera mengungsi, dan sekarang dilaporkan mempersiapkan operasi militer skala besar secara serentak ke Gaza melalui udara, laut, dan darat.
Sejauh ini, seperti yang dikutip dari Aljazeera via Antara, konflik antara Israel dan Hamas di Gaza telah menewaskan ribuan orang dan melukai ribuan lainnya. Jumlah korban termasuk banyak anak-anak, dan situasi ini telah mendapat perhatian dan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk UNICEF.
Berita Terkait
-
Pertemuan Dua Negara: Qatar Ingin Keadlian untuk Palestina, AS Mati-matian Bela Israel
-
Ratusan Anak-anak Palestina Tewas, OKI Segera Gelar Pertemuan Bahas Perang Gaza
-
5 Aktris dan Atlet Dunia yang Menyuarakan Solidaritas Palestina, Ada Emma Watson hingga Bella Hadid
-
Ultimatum Israel ke Warga Gaza Dipandang Sebagai Pelanggaran Konvensi Jenewa
-
Profil dan Karier Duta Besar Palestina Zuhair Al-Shun Minta Masjid Indonesia Bicara Isu Palestina dalam Khutbah
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Patahnya Komponen Kaki-kaki Mobil Lepas L8 Fatal, Bukti Kegagalan Quality Control
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
Terkini
-
Berkas Dilimpahkan, Jaksa Tahan WN China Tersangka Pencurian Listrik Tambang Emas Ilegal
-
Cak Imin dan Jajaran PKB Bertemu Tertutup dengan Presiden Prabowo, Ada Apa?
-
KPK Ungkap Ambil Informasi dari Medsos soal Ridwan Kamil, Singgung Isu Aura Kasih?
-
Titik Balik Diplomasi RI: Pengamat Desak Prabowo Buktikan Kedaulatan Lawan 'Gertakan' Donald Trump
-
KPK Bongkar Peran Tim 8, Timses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Caperdes
-
Kemensos Perkuat Sejumlah Program Mitigasi dan Penanganan Bencana pada Tahun Anggaran 2026
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati