Suara.com - Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan pengerukan saluran air guna penanggulangan banjir menyusul masuknya musim penghujan.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat, Purwanti mengatakan pihaknya melakukan normalisasi saluran dan memastikan pompa untuk menyedot air jika terjadi genangan.
"Kami melakukan normalisasi saluran-saluran dan memastikan pompa dan pintu air dalam kondisi baik dan siap untuk dioperasikan," kata Purwanti saat dikonfirmasi Suara.com bersama wartawan lain, Senin (6/11/2023).
Saat ini, lanjut Purwanti, menyebut di Jakarta Barat sendiri sudah ada 138 pompa air yang tersebar di 46 rumah pompa di delapan kecamatan.
Sejauh ini, ratusan pompa stationer tersebut dalam kondisi baik, tanpa ada kerusakan.
"Jumlah pompa stationer 138 unit di 46 rumah pompa. Saat ini kondisi baik semua," ujarnya.
Diketahui wilayah DKI Jakarta telah memasuki musim penghujan. Dalam sepekan kemarin, hujan menguyur beberapa wilayah, dan telah menyebabkan genangan banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, mencatat 54 RT di wilayah Jakarta terendam banjir pada Minggu (5/11) kemarin.
Ke-54 RT tersebut berada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Berikut data BPBD soal banjir Jakarta kemarin buntut curah hujan yang tinggi dan luapan kali di wilayah tersebut.
Baca Juga: Diguyur Hujan Sejak Kemarin, 22 RT di Jakarta Dilanda Banjir Kiriman Dari Bogor
Jakarta Selatan terdapat 2 RT yang terdiri dari:
1. Kelurahan Rawajati
- Jumlah: 1 RT
- Ketinggian: 60 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi
2. Kelurahan Kebon Baru
- Jumlah: 1 RT
- Ketinggian: 60 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi
Jakarta Timur terdapat 52 RT yang terdiri dari:
1. Kelurahan CIlilitan
- Jumlah: 6 RT
- Ketinggian: 30 s.d 160 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi & Luapan Kali Baru
2. Kelurahan Cawang
- Jumlah: 14 RT
- Ketinggian: 30 s.d 250 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi & Luapan Kali Ciliwung
3. Kelurahan Bidara Cina
- Jumlah: 5 RT
- Ketinggian: 40 s.d 120 cm
- Penyebab: Curah hujan tinggi & Luapan Kali Ciliwung
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
-
Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc
-
Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu
-
Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman
-
6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak