Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut Indonesia kini telah menjadi anggota ke-40 Financial Action Task Force atau FATF. Organisasi ini bergerak dalam bidang antipencucian uang dan korupsi.
Mahfud mengatakan, penetapan keanggotaan Indonesia dilakukan dalam sidang FATF di Paris, Perancis pada 27 Oktober lalu.
"Saya ingin sampaikan bahwa pada tanggal 27 Oktober 2023 Indonesia di dunia internasional secara resmi dinyatakan sebagai anggota FATF ke-40," ujar Mahfud dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta yang dihadiri Suara.com, Rabu (8/11/2023).
"Ini adalah suatu organisasi rezim anti pencucian uang, anti tindak pidana pendanaan terorisme dan anti senjata pemusnah massal," jelasnya menambahkan.
Menurut Mahfud, keanggotaan ini penting karena artinya Indonesia telah diakui berhasil dalam menangani pencucian uang, pendanaan terorisme, dan korupsi.
"Saya kira ini adalah satu hal penting bagi perkembangan pemberantasan korupsi di negara kita terutama korupsi-korupsi yang berlanjut dengan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) atau malah didahului dengan TPPU," tuturnya.
Mahfud menceritakan, sebenarnya Indonesia pernah masuk daftar hitam atau black list oleh FATF. Sebab, saat itu pemerintah tak memiliki Undang-Undang yang mengatur penanganan pencucian uang dan korupsi.
"Tahun 2003 kita membuat UU Tindak Pidana Pencucian Uang itu tahun 2003. Nah sesudah itu terus dimonitor-monitor sampai akhirnya pada tahun 2015 dinyatakan dikeluarkan dari black list," jelasnya.
"Terus berjalan 2018 kita mendaftar untuk menjadi anggota penuh baru sekarang setelah sejak 2001 kita memperhatikan itu. Sekarang sudah berhasil masuk menjadi anggota FATF itu," pungkasnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Beri Gelar Pahlawan Nasional ke Enam Pejuang, Ini Daftarnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi