Suara.com - Di tengah konstestasi Pilpres 2024, sosok Titiek Soeharto yang notabene adalah mantan istri capres nomor urut 2, Prabowo Subianto menarik perhatian netizen di laman sosial media Instagram.
Titiek Soeharto di akun Instagram miliknya @titieksoeharto ramai disebut sebagai sosok Ibu Negara. Pujian itu diberikan netizen pada postingan Titiek di awal tahun ini.
Baca Juga:
Cak Imin Ungkap Ada Operasi Berduit ke Kiai PKB, Said Aqil: Banyak Ulama Bisa Dibeli
Viral Video Lawas BJ Habibie Kagumi Soemitro Hingga Sebut Prabowo seperti Anak Sendiri
"1 January 2024. SELAMAT TAHUN BARU 2024. Semoga thn 2024 membawa Berkah, Kebahagiaan dan Kesejahteraan untuk kita semua...Aamiin," tulis postingan Titiek Soeharto.
Postingan itu pun membuat warganet ramai memberikan komentar dengan menyebut Titiek Soeharto sebagai ibu negara.
"Ibu bapak prabowo butuh support ibu semoga ibu bisa rujuk dengan beliau bapak prabowo adalah orang baik," tulis akun @iab***
"Mohon maaf buk, tapi vibesnya ibu negara bangetttt," ungkap akun @kiss***
Baca Juga: KPU Tegaskan Tidak akan Ubah Durasi Waktu pada Debat Capres-cawapres
Bahkan banyak netizen yang mendoakan agar Titiek Soeharto dan Prabowo Subianto kelak bisa rujuk kembali.
"Mudah2an menjadi Ibuk Negara Rakyat Banyak Mendoakan Ibuk Titik dan pak Prabowo, Hidup Bersama Untuk Selamanya," tulis akun @ncu***
"Ibu titiek saya mendukung bapak jadi presiden th 2024,semoga ibu bisa rujuk lagi untuk mendampingi bapak sebagai ibu negara.kami mengharap pd Allah semoga permohonan kami di kabulkan.Amiiin," sambung akun lainnya.
Kisah Prabowo-Titiek Kandas di Tengah Jalan
Pernikahan Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto kandas 20 tahun lalu. Meski begitu, Titiek kerap berikan dukungan untuk mantan suaminya tersebut.
Kisah cinta Prabowo dan Titiek ini pernah diceritakan melalui buku berjudul "Jejak Perlawanan Begawan Pejuang" yang dirilis pada awal tahun 2000 lalu. Buku itu sendiri ditulis oleh ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo.
Berita Terkait
-
KPU Tegaskan Tidak akan Ubah Durasi Waktu pada Debat Capres-cawapres
-
Gerah Lahan Tanah Diungkit, Prabowo: Dia Pinter atau Goblok Sih, Ngerti Gak HGU?
-
Anies, Prabowo, Ganjar Konfirmasi Hadiri Undangan KPK untuk Nyatakan Komitmen Antikorupsi
-
Prabowo Curi Perhatian Warganet Usai Debat, Pengamat: Efek Jogetin dan Senyumin Aja
-
Prabowo Subianto Kenakan Tanjak Melayu Saat ke Riau, Apa Makna dan Fungsinya?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS