Suara.com - Prabowo Subianto kembali menuai sorotan publik lewat pernyataannya seusai mengikuti debat capres 2024 ketiga hari Minggu (7/1/2024) lalu.
Prabowo Subianto tampaknya masih kesal dengan pernyataan Anies Baswedan yang menyinggung mengenai lahan 340 ribu hektare miliknya.
Kekesalan itupun diluapkan saat Prabowo Subianto menghadiri acara konsolidasi relawan Prabowo-Gibran di GOR Remaja, Riau, Selasa (9/1/2024).
"Ada yang nyinggung pula. Punya tanah berapa punya tanah ini dia pinter atau goblok sih?" ucapnya disambut riuh para pendukungnya.
Walau tak menyinggung salah seorang sosok, tetapi pernyataan tersebut diduga mengarah ke sosok Anies Baswedan yang sebelumnya melakukan aksi selepet saat debat capres 2024 sesi ketiga.
Reaksi yang ditunjukkan Prabowo Subianto tersebut bukan kali pertama.
Di debat capres perdana, Prabowo juga sempat dibuat kesal oleh Anies Baswedan yang menyinggung soal etik.
Pria yang kini menjabat Menteri Pertahanan itupun meluapkan kekesalannya di acara Rakornas Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
Di kesempatan itu, Prabowo meluapkan kekesalannya dengan menyebut ndasmu etik.
"Bagaimana perasaan Mas Prabowo soal etik? Etik? etik? ndasmu etik," ucapnya kala itu yang kemudian viral di media sosial.
Prabowo sendiri mendapat sentimen negatif seusai debat capres 2024 ketiga kemarin.
Hal itu berdasar analis media sosial Drone Emprit.
Berdasar data yang dikumpulkan, Prabowo mendapat sentimen negatif sebesar 54 persen lebih besar ketimbang sentimen positif yang hanya 40 persen.
Sementara Anies Baswedan meraih sentimen negatif kedua terbesar setelah Prabowo yakni sebesar 14 persen.
Meski begitu, jumlah tersebut lebih kecil ketimbang sentimen positif yang didapatnya yakni mencapi 76 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua
-
Kasatgas Tito Karnavian Pastikan Pemulihan Sekolah Pascabencana di Tapanuli Tengah
-
Hari Kesembilan OMC, BPBD DKI Intensifkan Mitigasi Cuaca Ekstrem Lewat Tiga Penerbangan
-
Korban Longsor Gunung Burangrang Bertambah jadi 10 Orang