Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menilai opini publik tentang KPK menjadi lemah karena pemberitaan media.
"Terlepas dari berbagai opini publik yang berkembang bahwa KPK lemah. Saya selalu sampaikan teman-teman, ya, opini itu kan tidak lepas dari pemberitaan di media," kata Alex dikutip Suara.com, Rabu (17/1/2024).
"Kenapa masyarakat di dalam pikirannya beropini, KPK tidak berkinerja dan lain sebagainya, itu kan tidak lepas dari pemberitaan media massa," ujarnya kembali.
Baca Juga:
Mutiara Baswedan Buka Suara, Ungkap Kesabaran Tanggapi Serangan Haters Anies
Kutuk Penurunan Paksa Videotron Aniesbubble Di Bekasi, Timnas AMIN: Kuat Dugaan Dilakukan Penguasa!
Dia menyebut, banyak media mengutip pernyataan dari pihak yang di luar KPK dan memuatnya dalam sebuah artikel pemberitaan.
"Kadang-kadang juga lebih banyak memberitakan statement pernyataan yang dari para pihak, ya. Termasuk dari LSM dan lain sebagainya, mereka-mereka yang tidak pro-KPK," kata Alex.
Alex mengakui tidak bisa membalikan opini-opini tersebut. Menurutnya yang bisa mereka lakukan hanya bekerja dengan baik.
"Tentu kami tidak bisa membalik opini itu, kecuali dengan melakukan kegiatan-kegiatan kinerja yang baik. Itu yang kami upayakan ya, itu yang kami upayakan sejauh ini ya," ujarnya.
Sementara itu, sepanjang 2023 KPK melakukan 127 penyidikan dan penyelidikan 161 perkara. Sebanyak 129 penuntutan, 124 eksekusi, 94 perkara inkrah.
Sementara OTT sebanyak 8 kasus, dan 8 kasus tindak pindana pencucian uang yang diungkap dan ditindak KPK. Sedangkan untuk asset recovery sebesar Rp 525,415,553,599 (sudah termasuk PSP dan Hibah) atau Rp 525,4 miliar.
Berita Terkait
-
Langsung Koordinasi dengan FBI, KPK Kumpulkan Bukti Dugaan Suap Perusahaan Jerman ke Pejabat KKP dan Bakti Kominfo
-
Fraksi NasDem Belum Bersikap Soal Pembentukan Tim Pansel Cari Pengganti Firli, Alasannya?
-
Sidang Etik Perdana Pungli Rutan KPK, 15 Pegawai Diperiksa Dewas
-
Tiga Capres-Cawapres Hadiri Paku Integritas KPK, Ada Debat Soal Berantas Korupsi?
-
Ketua KPK Perintahkan Dirdik Selidiki Informasi Perusahaan Jerman Suap Pejabat RI, Diduga Menyasar KKP
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar