Suara.com - Sebuah video yang menampilkan seorang pemuda tertangkap petugas kepolisian saat sedang terlibat dalam balap liar viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sejumlah pemuda berbaris menuntun motornya sembari diawasi oleh petugas kepolisian.
Tiba-tiba seorang emak-emak menggunakan helm putih mendatangi salah satu pemuda yang turut terjaring operasi balap liar tersebut. Tanpa berkata apa pun, emak-emak tersebut langsung menampar pemuda pelaku balap liar itu tanpa ampun.
Sang pemuda tampak tak melakukan perlawanan sama sekali dan hanya bisa menundukkan kepala.
Sementara itu, petugas kepolisian tampak hanya bisa menyaksikan kejadian tersebut. Ternyata, pemuda yang didatangi ibu-ibu tersebut adalah anaknya.
Ibu tersebut diduga kesal lantaran anaknya mengikuti balap liar. Terlebih, menurut keterangan dalam video yang beredar, motor tersebut seharusnya digunakan oleh ibunya untuk berjualan di pasar.
"Di ciduk lagi balapan di jalan dimarahin dan ditampar mamanya soalnya motornya mau dibawa jualan," tulis keterangan dalam video yang dibagikan akun @kleponmaniz di twitter, Rabu (6/2/24).
Ibu pemuda tersebut sangat marah karena motor yang seharusnya menjadi alat penghasilan untuk kebutuhan keluarga malah digunakan untuk aktivitas yang berbahaya dan ilegal seperti balap liar.
Dalam video tersebut, terdengar pula suara seorang pria dewasa (bapak-bapak) yang turut memarahi pemuda tersebut. Pria terlihat kesal karena pemuda di hadapannya tidak memiliki rasa kasihan kepada ibunya.
"Mamamu jualan di pasar, kasian. Kamu malam-malam keluar!" teriak pria tersebut.
Baca Juga: Sempat Meminta Maaf usai Dante Meninggal, Pacar Tamara Tyasmara Masih Jadi Saksi
Meliht unggahan tersebut, sejumlah netizen pun memberikan berbagai komentar dan tanggapan terhadap tingkah laku sang pemuda serta reaksi ibunya.
"the real beban keluarga," ujar akun yang membagikan video tersebut.
"Tidak usah repot" klau cuma buat beban hapus saja dari KK usir dari rumah,percuma juga dirawat nanti sudah nikah lupa sama ORTU," kata netizen lainnya.
Berita Terkait
-
Sempat Meminta Maaf usai Dante Meninggal, Pacar Tamara Tyasmara Masih Jadi Saksi
-
Psikolog Tanggapi Sikap Tamara Tyasmara yang Gigit dan Cubit Jenazah Dante: Anarkis
-
Polisi Benarkan Pacar Tamara Tyasmara Ada di Kolam Renang Bersama Dante Sebelum Tenggelam
-
Sempat Takut Tak Bisa Me Time, Nikita Willy Kasih Solusi Manjakan Diri Sendiri Meski Punya Anak
-
Pede Klaim Dirinya Petugas Konstitusi, Mahfud MD: yang Lain Seperti Bebek
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar