Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, mengaku tidak masalah jika nantinya bakal ada aksi demonstrasi terhadap dirinya. Gibran bahkan santai karena pernah didemo saat jadi Wali Kota Solo.
Gibran mengklaim bakal mengajak diskusi perwakilan pihak yang melakukan demo, sebagaimana yang ia lakukan di Solo, Jawa Tengah.
"Wali kota kan sering didemo juga toh, ya kalau pas saya lagi di Solo ya pasti saya ajak diskusi, saya ajak masuk kantor, ya pokoknya kita terbuka untuk diskusi, asalkan yang didiskusikan ya hal-hal yang make sense," kata Gibran.
Pernyataan Gibran ini sekaligus menanggapi pertanyaan dari aktivis dalam acara Mandat Aktivis Mahasiswa untuk Gibran di De Majestic, Braga, Bandung, Kamis (8/2/2024).
Gibran berpandangan protes bahkan cacian merupakan hal wajar bagu seorang pejabat.
Putra sulung Presiden Jokowi ini lantas memastikan terbuka terhadap demo, ia juga akan mengajak diskusi para demontran bila memungkinkan.
"Kita santai asalkan demonya tertib, santun, pasti kami berikan kesempatan untuk komunikasi, tenang saja. Cari saja di Youtube atau nanti coba search Gibran mengejar para pendemo, itu kan ada juga. Saya malah mengejar mereka, trus waktu saya kejar 'demo apa?' 'nggak tahu'," kata dia.
Gibran sekaligus memastikan ia tidak akan berisikap anti terhadap kritikan. Ia menegaskan rekam jejak dirinya tidak pernah mempolisikan serangan atau kritikan dari publik.
"Ya kalian tahu sendiri lah, isi kolom komen sosmed saya isinya seperti apa, ya? Kan enggak pernah ada yang saya polisikan, saya laporkan, enggak. Kita santai kok, ya. Yang membully, yang menghina, menghina fisik, menghina ini, kita senyumin saja, soalnya mereka naikin elektabilitas," kata Gibran.
Baca Juga: Susul PKB, Caleg PKS di Banten Dukung Prabowo-Gibran, Siap Dipecat?
Sebelumnya sejumlah anggota organisasi kemahasiswaan memberikan mandat kebangsaan kepada Gibran di De Majestic, Braga, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/2/2024).
Mereka yang hadir adalah Ketua Umum PB HMI periode 2013-2015, Arief Rosyid; Ketua Umum PB GMNI periode 2015-2017 Chrisman; Ketua Umum PB PMII 2014-2017, Aminudin Ma'ruf; Presidium PP PMKRI peridoe 2016-2018, Ketua Umum PB GMKI Sahat MP Sinurat dan Ketua Umum PB KAMMI periode 2015-2017, Kartika Nur Rakhman.
Berita Terkait
-
Ekspresi Gibran Tertawa Dengar Pidato Prabowo Curi Perhatian
-
Susul PKB, Caleg PKS di Banten Dukung Prabowo-Gibran, Siap Dipecat?
-
Bedah Riwayat Pendidikan Umay Shahab, Artis Singgung Makan Siang Gratis Pernah Kuliah di Kampus Anies Jadi Rektor
-
Sosok Said Hanafi Shahab, 'Backingan' Umay Shahab Punya Kerjaan Gak Kaleng-kaleng!
-
Detik-detik Pendukung Ganjar-Mahfud di Jabar Lepas Atribut Langsung Ganti Atribut Prabowo-Gibran
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi
-
Prabowo Batal Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora, Rais Aam Juga Tak Hadir
-
Rhenald Kasali Ingatkan Media: Jangan Jadi Budak Algoritma, Engagement Bisa Pengaruhi Kebijakan
-
PBNU Dukung Langkah RI Masuk Board of Peace, Gus Yahya: Demi Masa Depan Palestina