Suara.com - Media asing, Alzajeera memuat artikel yang membahas pencalonan putra presiden Jokowi, Gibran Rakabumi sebagai cawapres di pilpres 2024. Artikel itu ditulis pada 5 Februari 2024, dengan foto berita Gibran di tengah partai pendukungnya, PSI.
Dalam ulasannya, Aljazeera menggambarkan keraguan masyarakat Solo kepada Gibran Rakabuming yang mencalonkan diri sebagai wakil presiden di pilpres 2024.
Masyarakat Solo membandingkan kepemimpinan Gibran dan ayahnya. Menurut seorang warga Jokowi sangatlah berbeda dengan Gibran.
Dalam artikel itu, Sarti, seorang pengemudi becak berusia 67 tahun, merasakan perbedaan besar antara Gibran dan ayahnya, Presiden Joko Widodo dalam memerintah Solo.
Ia memuji Jokowi atas perhatiannya kepada rakyat kecil, namun tidak merasakan hal yang sama pada Gibran.
"Gibran tidak pernah mengunjungi daerah miskin seperti ayahnya," kata Sarti. "Dia hanya membantu orang-orang tertentu, bukan semua penduduk Solo."
Aljazeera menyebut keraguan lain di tengah pencalonan Gibran juga karena faktor usia. Di usianya yang 36 tahun dan dengan pengalaman yang relatif singkat sebagai walikota, banyak yang mempertanyakan apakah ia mampu mengikuti jejak sang ayah yang terkenal dengan kepemimpinannya yang merakyat.
Untuk diketahui, putra presiden Jokowi, Gibran Rakabuming maju sebagai cawapres bersama Prabowo Subianto. Penunjukkan Gibran jadi cawapres masih menuai kontroversi.
Pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres tak lepas dari kontroversi terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023.
Putusan ini dinilai membuka jalan bagi Gibran, yang saat itu belum berusia 40 tahun, untuk maju dalam pemilihan presiden.
Berita Terkait
-
Survei Indikator Sesuai Temuan di Lapangan, TKN Prabowo-Gibran Optimistis Menang 1 Putaran
-
Sindiran Menohok Prabowo ke Tim Anies yang Lantang Tolak Makan Siang Gratis: Bintang Sinetron!
-
Ria Ricis Incar Jabatan Menteri Jika Prabowo-Gibran Menang, Eko Kuntadi: Cocok Gantikan Sri Mulyani
-
Biodata dan Agama Tom Liwafa, Disorot Usai Klaim Dirinya Akademisi dan Pasang Badan Buat Jokowi
-
Suara Keras Ganjar: Demokrasi Indonesia Berjalan di Rel Keliru, Etika Apa yang Mau Dibicarakan?
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!
-
MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial