Suara.com - Sosok Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah kini berada di barisan pasangan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dia pun kerap mendampingi Prabowo-Gibran, baik dalam momen kampanye hingga mengikuti debat capres-cawapres.
Belum lama ini, Gus Miftah mengungkapkan sosok Prabowo dengan mengutip perkataan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Hal tersebut diketahui dalam video yang diunggah sang pendakwah di Instagram pribadinya, @gusmiftah, Rabu (14/2/2024).
Pada postingan, Gus Miftah menjelaskan pernyataan Gus Dur yang mengatakan Prabowo merupakan manusia paling ikhlas di Indonesia.
"Saya cuma ingat saja dulu Gus Dur bilang manusia paling ikhlas di Indonesia adalah Pak Prabowo," kata Miftah dalam video.
Menurutnya, Gus Dur juga pernah menyebut jika Prabowo akan menjadi memimpin bangsa dengan menjadi presiden pada usia tua.
"Dan Gus dur pernah bilang Pak Prabowo akan menjadi presiden di usia tua," jelas Gus Miftah.
Lebih lanjut, Gus Miftah pun mengklaim jika dirinya memutuskan berada di kubu Prabowo lantaran untuk menjaga marwah dan membuktikan kewalian Gus Dur.
"Maka saya ketika membela Pak Prabowo saya bilang saya hanya menjaga marwah Gus Dur. Saya akan buktikan kepada dunia kewalian Gus Dur tidak pernah diragukan," tegas dia.
Video cuplikan ceramah Gus Miftah tersebut diserbu komentar beragam dan menuai kontroversi. Ada juga yang mengkoreksi pernyataan penceramah berambut gondrong tersebut.
"Halahhh aku wiss nggak suka ama ini…klu dakwah isinya ujaran ke bencian trs…ngaji2 aja jgn politik," ungkap netizen.
"Mbak yenny mengatakan kalau prabowo paling ikhlas memang benar Gus Dur berkata demikian dan mendengar sendiri. Sedangkan pernyataan Prabowo akan jadi presiden diusia tua nya mbak yenny dan keluarga belum pernah dengar. Yang mendengar Gusdur berkata begitu adalah Gus Irfan. 'Pak Prabowo nanti jadi presiden nek wes tuwek," ujar Gus Irfan menirukan Gus Dur. Jadi begitu jelas?" koreksi warganet.
"Membela boleh, tapi gak harus ngatain cupu ke Paslon lain,, katanya Gus kok omongannya gitu, ya memang Gus itu juga manusia, dan manusia punya salah dan gak ada yg sempurna, tapi mosok ya seorang Gus Miftah ngata2in cupu ke Paslon lain WKWKW LAWAKK,, katanya pemilu damai wakk lawaakk," sindir warga maya.
"Kenapa baru sekarang inget kata2 gusdur...2x nyapres sebelumnya ngga pernah dibahas tuh..lucunya negri ini," sahut yang lain.
Berita Terkait
-
Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Garudayaksa FC Jadi Sorotan Usai Naik Kasta, DPR: Juara Karena Kualitas, Bukan Perintah Presiden!
-
Garuda Yaksa FC Lolos ke Liga 1, DPR Sebut Prestasi Diraih Murni dari Lapangan
-
Ada Apa dengan Danantara? Lembaga Raksasa Prabowo Sembunyikan Laporan Penting
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
Terkini
-
BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar
-
Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?
-
Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex
-
Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose
-
Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku
-
15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak
-
Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos
-
Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Optimalkan Ketahanan Pangan dan Transisi Energi