Suara.com - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo membantah isu yang menyebutkan bahwa ia dan Mahfud MD merenggang setelah hari pemungutan suara 14 Februari 2024. Ganjar mengaku bahwa kabar yang beredar adalah hoaks.
Meski Ganjar membantah, ternyata ada sosok orang yang bagi mantan Gubernur Jateng itu penting untuk ia kunjungi lebih dulu. Bukan Mahfud MD, ternyata orang tersebut adalah seniman kondang dari Jogja.
Adalah Butet Kartaredjasa, budayawan garis keras yang mendukung Ganjar-Mahfud adalah orang yang ditemui Ganjar secara intim di masa penghitungan suara yang masih berjalan.
Ganjar dan Butet bahkan sempat bersenda gurau. Butet juga sempat meledek Ganjar yang terlihat seperti capres lesu setelah hari pemungutan suara digelar.
Baca Juga:
Mahfud MD Ngaku 4 Hari Putus Kontak dengan Ganjar Pranowo, Isu Dibuang Menguat
Titiek Soeharto Bicara Kemungkinan Rujuk dengan Prabowo Subianto
"Sorry yo, telat 20 menit," kata Ganjar kepada Butet saat bertemu di rumah seniman yang tinggal di Bantul, Sabtu (17/2/2024).
"Rapopo capres lemes ki," balas Butet.
"Ah opo kui (lemes) ora yo," timpal Ganjar sambil berjalan masuk ke dalam.
Kedekatan Ganjar dan Butet memang sudah terjalin sejak Ganjar masih menjabat sebagai Gubernur Jateng.
Bahkan keduanya kerap bertemu, walau Ganjar yang lebih sering bertandang ke Jogja untuk bertemu seniman kondang ini.
Terlepas dari pertemuan Ganjar dengan Butet, baru-baru ini ramai disorot pengakuan Mafud MD yang sempat tak berkomunikasi dengan Ganjar selepas masa tenang 10 Februari lalu.
Tak adanya komunikasi itu banyak dianggap adanya kerenggangan komunikasi antara Ganjar dan Mahfud MD. Pasalnya hingga hari pencoblosan pada 14 Februari, Mahfud MD mengaku memang tak banyak berkontak dengan ayah Alam Ganjar tersebut.
Meski demikian, hal itu bukan menjadi masalah serius bagi Mahfud MD, bahkan setelah pencoblosan keduanya kembali menjalin komunikasi. Termasuk jawaban Ganjar yang mengaku sempat rapat bersama dengan mantan Menkopolhukam pada Kamis (15/2/2024) kemarin.
Berita Terkait
-
Hoaks Cerai Bikin Khawatir, Cita Citata dan Didi Mahardika Belum Berniat Tempuh Jalur Hukum
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Pemkot Yogyakarta Tancap Gas Hapus Bentor, Dorong Peralihan ke Becak Listrik
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Mahfud Tegaskan Polisi Tak Bisa Menolak Putusan Praperadilan Kasus Andrie Yunus
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Susah Cari Lahan di Kota, Target 80 Ribu Koperasi Merah Putih Dipangkas?
-
Benarkah Mama Sinta Diculik Pakai Pesawat? Pangdam Mandala Trikora Akhirnya Buka Suara
-
Saya Hanya Pelaksana: Ketua Tim Pemeriksaan BPK Klaim Tak Terima Uang Suap
-
Dolar Menguat, Menkes Bakal Panggil Industri Farmasi yang Naikkan Harga Obat di Atas Ketentuan
-
Buru Nama Besar! Kejagung Fokus Bedah 'Nyanyian' Sony Sanjaya di Korupsi MBG
-
Dorong Kesadaran Lingkungan, DPRD DKI Gencarkan Sosialisasi Pemilahan Sampah dari Sumber
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja & Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Kenaikan Pertamax Wajib Diiringi Perbaikan Layanan dan Mutu!
-
Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh Belum Turun ke Jalan Meski Harga Pertamax Melonjak
-
Harga Pertamax Naik, Buruh Khawatir Kuota Pertalite Tak Mampu Menampung Lonjakan Pengguna