Suara.com - Politikus PPP Muhammad Romahurmuziy menyebut usulan hak angket yang didorong Capres Ganjar Pranowo bukan hanya sekadar mengubah atau tidak hasil Pemilu.
Lebih dari itu, hak politik ini bertujuan untuk pengakuan adanya dugaan kecurangan pada Pemilu 2024. "Kenapa kemudian muncul Mas Ganjar mendorong penggunaan hak angket atau interpelasi. Untuk meluruskan dan membuka kepada publik bahwa kecurangan is there, bahwa kecurangan itu ada," ujar politikus yang akrab disapa Romy tersebut dikutip dari kanal YouTube Total Politik pada Senin (26/2/2024).
Romy menyebut wajar bila orang mencibir yang kalah pasti menuduh curang. Karena baginya, tudingan itu bagian dari demokrasi.
Baca Juga:
- Cak Imin Tiba-tiba Minta Maaf atas Keseluruhan Kesalahan, Ada Apa?
- Tetap Chill hanya 17 Persen, Vibes Alam Ganjar Ketemu Warga Ini Dapat Pujian
- KPK Bongkar Modus Ahmad Muhdlor Cs Sunat Dana Insentif ASN Sidoarjo Hingga 30 Persen
"Loh kalau menuduh curang saja tidak boleh berarti bukan demokrasi. Anda itu sudah menang harus mau dituduh apa saja begitu. Jangan marah dituduh apa saja, yang penting sekarang beradu bukti," katanya.
Hak angket, kata dia, akan membuka secara resmi pengakuan jika memang ditemukan adanya kecurangan. "Tentu ini (hak angket) membuka secara resmi dan membuat negara mengakui bahwa kecurangan itu ada," ujar
Kendati, Romy mengakui konsekuensi maksimal bila pembuktian kecurangan itu memang ada ialah maksimal pemungutan suara ulang.
Namun, menurutnya, toh kalaupun harus pemungutan suara ulang juga saat ini sudah berjalan. Ada beberapa TPS yang melakukan pemungutan suara ulang (PSU) karena ditemukaan dugaan pelanggaran.
"Jangan kemudian woh pemilu didua kalikan misalnya, kemudian coblos lagi ngilang-ngilangin duit atau buang-buang duit. Wong skearang saja sudah dilakukan, sebelum dilakukan hak anget (PSU)," katanya.
Baca Juga: Mahfud Md: Hak Angket Tak Bisa Batalkan Hasil Pemilu, Tapi Bisa Lengserkan Jokowi
"Ini bukan soal mengubah atau tidak mengubah hasil kemenangan, ini soal menyatakan kepada dunia, kepada masyarakat Indonesia bahwa kecurangan kemarin memang bagian bagi pemilu kita," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK