Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia atau PSI menjadi perbincangan di publik setelah adanya lonjakan suara yang terjadi dalam waktu cepat.
Berdasarkan data di situs KPU pada Kamis (29/2/2024) pukul 10.00 WIB, suara PSI masih berada di angka 2,86 persen atau 2.171.907 suara.
Lalu tiba-tiba pada Sabtu (2/3/2024) pukul 15.00 WIB, suara PSI melonjak menjadi 3,13 persen atau 2.402.268 suara.
Lonjakan suara PSI mendekati ambang batas parlemen ini menimbulkan kecurigaan sejumlah pihak akan adanya potensi kecurangan.
Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman sendiri mengaku optimistis partainya bisa menembus angka 4 persen. Rasa optimis Andy ini didasarkan pada hasil survei lembaga litbang salah satu media terbesar.
"Kita optimis ada peluang untuk lolos ke Senayan di atas 4 persen. Dasarnya survei salah satu litbang media terkemuka yang tidak dipublish hasilnya karena satu dan lain hal memperlihatkan elektabilitas PSI sesaat sebelum hari Pemilu itu 4,4 persen," ujar Andy Budiman di Youtube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia.
Andy mengaku tidak tahu mengapa litbang media itu tidak mempublikasikan hasil surveinya. Tapi yang jelas kata dia, hasil survei litbang media itu menyatakan PSI berada di 4,4 persen.
Zulfan Lindan penasaran mengenai lembaga litbang media yang dimaksud Andy apakah media Kompas. Namun Andy tidak mau menjawabnya.
"Saya tahu tapi karena litbang atau lembaga tersebut tidak mau membuka hasil surveinya tentu saya tidak bisa sebutkan lembaganya, tapi kami mendapatkan bocoran mengenai hasil survei tersebut itu posisi PSI di 4,4 persen," tuturnya.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Sebut Suara PSI Melonjak sampai 7 Persen: Selamat Menikmati
Keyakinan Andy selanjutnya adalah melihat hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Ia mengatakan SMRC menyatakan suara PSI 2,82 persen, LSI 2,9 persen, Charta Politika 2,95 persen dengan tingkat margin of error 1-1,5 persen.
"Karena kalau bicara tentang profil partai seperti PSI, seperti teman-teman polsster mereka bilang biasanya pasti ke atas bukan ke bawah dari margin of eror. Sehingga kami optimistis peluang ke Senayan terbuka," ucapnya.
Berita Terkait
-
Ahmad Sahroni Sebut Suara PSI Melonjak sampai 7 Persen: Selamat Menikmati
-
Suara PSI Tiba-tiba Melonjak di Sulsel, Ada yang Curang?
-
Kepercayaan Publik Semakin Hilang Gegara Melejitnya Suara PSI, Formappi: KPU Jangan Normatif!
-
Diungkap Warganet! Suara PSI di Sirekap Lebih Banyak dari Model C Hasil di 66 TPS
-
Bantah Ada Penggelembungan Suara PSI, KPU Tegaskan Rekapitulasi Belum Selesai
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan