Suara.com - Istri Kaesang Pangarep, Erina Gudono dirumorkan akan maju di Pilkada Sleman 2024. Menantu Presiden Jokowi itu sedang hangat diperbincangkan sebagai salah satu kandidat di Pilkada Sleman.
Kabar nama Erina Gudono menjadi calon kandidat dikonfirmasi benar oleh Ketua DPC partai Gerindra kabupaten Sleman HR Sukaptana.
"Iya kami munculkan nama Mbak Erina. Kalau ada nama Mas Kaesang malah saya belum tahu,"kata dia.
Baca juga:
Baca juga:
Terkait dengan nama Erina Gudono, Sukaptana mengatakan jika nama tersebut muncul dari internal partai Gerindra baik dari pusat maupun di daerah sendiri.
Dirinya memang memunculkan nama Erina Gudono, ternyata ada dari pusat yang juga memunculkan nama itu.
Banyak pertimbangan mengapa Partai Gerindra Sleman memunculkan nama Erina Gudono meskipun yang bersangkutan belum memiliki pengalaman di dunia politik. Salah satunya karena Erina merupakan asli warga Sleman.
"Partai Gerindra memang menginginkan untuk mengusung putra daerah untuk bursa calon Bupati Sleman dalam pilkada 2024 mendatang," tambahnya.
Baca Juga: 5 Potret Elegan Erina Gudono: Buktikan Sudah Cocok Jadi Calon Bupati Sleman
Baca juga:
Nah jika Erina digadang untuk maju sebagai calon bupati Sleman, lantas kira-kira siapa pendampingnya?
Salah satu nama yang mungkin bisa dipertimbangkan ialah keponakan Presiden Jokowi yakni Rio Nur Desnanto. Nama Rio beberapa waktu sempat viral lantaran dianggap sebagai seorang crazy rich.
Rio malah disematkan julukan sebagai crazh rich Karanganyar. Rio bahkan sempat mengeluarkan uang sebesar Rp600 juta untuk perbaikan jalan rusak di Karanganyar.
Uang lebih dari 1/2 miliar itu dikeluarkan Rio agar jalan rusak bisa digunakan oleh warga sekitar. Jalan yang rusak itu sendiri merupakan jalur alternatif antar kabupaten.
Menurut Rio, aksinya itu ia lakukan setelah Pilpres 2024 karena tak mau aksinya itu dikaitkan dengan kontestasi Pemilu.
Berita Terkait
-
5 Potret Elegan Erina Gudono: Buktikan Sudah Cocok Jadi Calon Bupati Sleman
-
Anggaran Makan Siang Gratis Nggak Masuk Akal? Begini Kata Sri Mulyani
-
Istri Kaesang, Erina Gudono Jadi Bakal Calon Bupati SlemanYogyakarta 2024
-
Sama-Sama Masuk Bursa Pilkada, Kaesang dan Erina Gudono Kompak Punya Modal Pendidikan dari Kampus Mentereng
-
Dijagokan Buat Pilkada Sleman, Riwayat Pendidikan Erina Gudono Moncer Tapi Belum Pernah Sentuh Politik
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?