Mendarat dengan aman
Beruntung pesawat Batik Air mendarat dengan selamat di Jakarta. Tidak ditemukan pula kerusakan pada pesawat ataupun cedera pada penumpangnya.
Penyelidik juga tidak menemukan masalah dengan sistem komunikasi pesawat.
Alasan tertidur
Berdasarkan keterangan dari KNKT, kopilot memberi tahu sang pilot bahwa ia tidak mendapatkan istirahat yang cukup di malam sebelumnya. Penyebabnya, ia baru saja memiliki anak kembar berusia satu bulan, dan ikut begadang bersama sang istri.
Kopilot itu juga mengaku sudah berusaha tidur lebih awal karena pada malam sebelumnya, ia telah dijadwalkan untuk bertugas ke Kendari. Namun, ia tetap kesulitan tidur dan terbangun beberapa kali karena ikut merawat bayinya.
Bertugas dua kali
Diketahui, baik pilot dan kopilot sudah bertugas sebanyak dua kali penerbangan. Pertama mereka bekerja di rute Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Holuoleo, Kendari. Lalu kembali ke Bandara Soetta.
Adapun dugaan pilot dan kopilot tersebut sama-sama tertidur muncul setelah pertanyaan dari pusat kendali wilayah Jakarta soal berapa lama A320 perlu terbang pada jalur saat ini, tetapi tidak mendapatkan respons dari awak pesawat.
Baca Juga: Emang Boleh Pilot Tidur Selama Penerbangan? Begini Penjelasan Pengamat
Pusat kendali wilayah di Jakarta juga sudah beberapa kali berusaha menghubungi pesawat, termasuk meminta pilot lain untuk memanggil awak pesawat.
Pilot sempat makan mie instan
Pilot dan kopilot ternyata sempat memakan mie instan di Kendari. Hal ini terungkap dalam laporan pendahuluan dari KNKT yang ditandatangani Chairman KNKT pada 27 Februari 2024.
Sebelum kejadian, Air Traffic Control (ATC) Kendari sempat menginformasikan cuaca yang kurang baik untuk melakukan pendaratan dan bandara masih ditutup. Pesawat pun berputar-putar di angkasa sekitar 30 menit.
Pada pukul 07.11 WITA, pesawat mendarat di Kendari dengan menggunakan Runway 26 dan parkir di apron di tempat parkir nomor 4. Selama transit ini, kedua pilot menyantap mie instan di kokpit.
Setelah penurunan penumpang selesai, proses boarding penumpang dilakukan untuk penerbangan kembali ke Jakarta.
Waktu istirahat sebelum terbang 35 jam
Sebagai informasi, sang pilot tercatat mempunyai waktu istirahat sebanyak 35 jam sebelum penerbangan pada 25 Januari 2024.
Pada tanggal 23 Januari 2024, pilot juga tercatat memiliki jadwal penerbangan dengan total waktu penerbangan selama 1 jam 35 menit. Setelah tugas penerbangan selesai pada 12.35 WIB. pilot pun ke rumah dengan menggunakan mobil dan sopir.
Pilot lalu tiba di rumah dan tidur pada pukul 22.00 WIB. Keesokan harinya, pilot dijadwalkan standby dan mengharuskannya menginap untuk jadwal tugas pagi harinya.
Dua pilot disanksi bebas tugas
Pilot dan kopilot Batik Air yang tertidur bersama selama 28 menit dalam penerbangan itu langsung diganjar dengan sanksi. Keduanya dibebastugaskan sejak akhir Januari.
Corporate Communications Strategic of Batik Air mengatakan, pilot dan kopilot itu masih mengikuti rangkaian proses investigasi yang dilakukan oleh Batik Air. Adapun tujuan sanksi pemberhentian sementara tersebut sebagai komitmen Batik Air dalam menjaga keselamatan penumpang.
Dampak bahaya pilot tertidur
Insiden ini dapat menjadi peringatan akan bahaya bekerja dalam kondisi mengantuk. Risiko bahaya tersebut terlebih pada seseorang yang harus bekerja dengan konsentrasi tinggi seperti pilot.
Pada beberapa kasus, rasa kantuk ini dapat memunculkan microsleep atau kondisi pada saat seseorang secara tiba-tiba tertidur karena hilangnya kesadaran akibat mengantuk.
Tak sedikit kasus kecelakaan terjadi karena mengantuk, terlebih pada profesi yang membutuhkan konsentrasi penuh dan butuh kepastian yang cepat.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Emang Boleh Pilot Tidur Selama Penerbangan? Begini Penjelasan Pengamat
-
Pengamat Penerbangan: Jangan Hanya Sanksi Pilot Batik Air yang Tertidur, Butuh Solusi Sistemik
-
Begini Perbedaan Tugas Pilot dan Kopilot, Memang Boleh Tidur Berbarengan Saat Terbang?
-
Daftar Insiden Batik Air Bikin Penumpang Shock: Pilot Tidur hingga Tabrak Pesawat Lain
-
Pilot Batik Air Tidur Jadi Sorotan Media Inggris: Bisa Jadi Tragedi Mengerikan!
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil