Suara.com - Korps Lalu Lintas atau Korlantas Polri akan memberlakukan sistem ganjil-genap pada masa mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1445 H atau Lebaran 2024.
Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Eddy Juanedi menyebut penerapan ganjil-genap di masa arus mudik dimulai pada 5 April sampai 7 April 2024 sejak pukul 14.00 hingga pukul 24.00 WIB.
Kemudian pada 8 April sampai 9 April 2024 ganjil-genap diterapkan mulai pukul 08.00 hingga 24.00 WIB.
"Saat arus mudik diberlakukan mulai dari KM 0 Jalan Tol Jakarta sampai dengan KM 414 Jalan Tol Semarang-Batang," kata Eddy kepada wartawan, Kamis (14/3/2024).
Sementara penerapan ganjil-genap pada arus balik dimulai pada 12 April 2024 sejak pukul 14.00 hingga 24.00 WIB. Selanjutnya pada 13 April 2024 dimulai sejak pukul 08.00 hingga 24.00 WIB.
"Sabtu, 14 April 2024 pukul 14.00 waktu setempat sama dengan Selasa, 16 April 2024 pukul 08.00 WIB waktu setempat di KM 414 ruas Jalan Tol Semarang-Batang sampai dengan KM 0 Jalan Tol Jakarta," imbuhnya.
Sebelumnya, Korlantas Polri memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2024 akan terjadi pada 5 April 2024. Jumlah pemudik juga diprediksi naik sekitar 6 persen dari tahun sebelumnya atau mencapai 136,7 juta jiwa.
Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan mengklaim pihaknya telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kemacetan. Salah satunya dengan menerapkan rekayasa lalu lintas.
Baca Juga: Mudik Gratis Dishub Jabar dan Tangerang 2024, Simak Cara Daftar dan Persyaratan
Berita Terkait
-
Hindari Tiket Lebaran Mahal, Sandiaga Imbau Warga Mudik Lebih Awal Lanjut WFH
-
Mudik Gratis Dishub Jabar dan Tangerang 2024, Simak Cara Daftar dan Persyaratan
-
5 Program Mudik Gratis 2024, BUMN Sudah Buka Pendaftaran Kuota Terbatas, Segera Cek Linknya!
-
Cara Daftar Motis Kemenhub 2024, Ini Syarat dan Jalur Mudik Gratis Naik Kereta Api
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar
-
Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks