Suara.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto secara terang-terangan menyebut Presiden Joko Widodo telah menyelewengkan jabatannya dan menyalahgunakannya, atau abuse of power dalam Pemilu 2024 ini.
Pria yang dikenal sebagai "anak emas" Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini menyebut Jokowi salah satu pemicu banyaknya pelanggaran Pemilu 2024. Hasto juga mengungkap bahwa kecurangan di Pemilu saat ini mirip dengan peristiwa saat Orde Baru atau Orba.
Kritik keras Hasto terhadap Presiden Jokowi pun membuatnya ikut disoroti publik. Lalu, seperti apa latar belakang pendidikan Hasto Kristiyanto ini? Simak inilah selengkapnya.
Riwayat Pendidikan Hasto Kristiyanto
Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M. lahir di Yogyakarta pada tanggal 7 Juli 1966. Sejak kecil hingga dewasa, Hasto menghabiskan waktunya di kampung halamannya tersebut.
Hasto tercatat sebagai alumni dari SD Gentan Yogyakarta tahun 1979. Ia kemudian melanjutkan pendidikan sekolah menegah atas di SMP Negeri Gentan Yogyakarta pada 1979, dan lulus tahun 1982.
Pasca lulus SMP, Hasto bersekolah di salah satu sekolah swasta terbaik di Yogyakarta saat itu, yaitu SMA Kolese De Britto Yogyakarta.
Sejak masuk SMA, sosoknya mulai menunjukkan ketertarikannya di dunia politik. Hasto pun senang membaca buku-buku kajian politik. Ia juga dikenal sebagai siswa yang aktif dalam berorganisasi.
Hasto lantas memutuskan mengambil S1 di Universitas Gadjah Mada tahun 1985. Di salah satu perguruan tinggi top Indonesia itu, Hasto mengambil jurusan Teknik Kimia dan berhasil lulus pada tahun 1991.
Baca Juga: Nonton Indonesia vs Vietnam, Jokowi Tak Pakai Jersey Timnas Terbaru Jadi Sorotan
Usai meraih gelar sarjananya, Hasto meniti karier sebagai seorang insinyur. Ia memulai karier di BUMN PT. Rekayasa Industri sebagai UOA Precommissioning/Commissioning Engineer.
Selama hampir 8 tahun berkarier sebagai engineer, Hasto menyambi dengan aktif berkecimpung di dunia politik. Terlebih sosoknya sudah mulai mengenal Megawati Soekarnoputri lewat PDIP, tepatnya saat rezim Orde Baru.
Hasto akhirnya memutuskan bergabung sebagai kader PDIP tahun 1999. Sejak itu, kesetiannya dengan PDIP dan Megawati terus berlanjut hingga sekarang.
Sosoknya sempat melanjutkan pendidikan S2 pada 2000. Kala itu, Hasto mengambil gelar magister manajemen di STIE Prasetya Mulya Business School, Jakarta. Sejak saat itu, ia pun mengabdikan diri sebagai politikus.
Hasto sendiri sempat menjadi anggota DPR RI. Ia melaju Senayan setelah menang di Dapil Jawa Timur yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek, Jawa Timur pada Pemilu 2004.
Kiprah politik Hasto pun bisa dibilang cukup cemerlang. Ia terpilih sebagai Sekretaris Jenderal PDIP melalui keputusan Kongres IV PDI Perjuangan pada 2015. Ia lantas dilantik sebagai Sekjen PDI Perjuangan periode 2015-2020.
Berita Terkait
-
Nonton Indonesia vs Vietnam, Jokowi Tak Pakai Jersey Timnas Terbaru Jadi Sorotan
-
Adu IPK 3 Anak Jokowi: Gibran vs Kahiyang vs Kaesang, Pantaskah Bangun Dinasti Politik?
-
Timnas Indonesia Menang 1-0, Jokowi: Ini Jadi Modal Besar untuk Laga Tandang di Vietnam
-
Ketum NasDem Beri Selamat ke Prabowo-Gibran, Hasto PDIP Singgung 'Cacing Diinjak akan Melawan'
-
Pesan Menohok Hasto PDIP untuk Pemenang Pilpres 2024: Itu Kemenangan Sementara!
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Riset Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Ketahanan Pangan di NTT dan Flores
-
Viral Pria di Depok Halangi dan Tendang Ambulans Hingga Penyok, Kini Berakhir Diciduk Polisi
-
Fakta Baru 11 Bayi di Sleman: Mayoritas Lahir di Luar Nikah
-
Nadiem Makarim Akan Jalani Operasi Saat Sidang Kasus Chromebook
-
Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir
-
11 Bayi Ditemukan Dirawat di Satu Rumah di Sleman, Polisi Selidiki Dugaan Penitipan Ilegal
-
Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua
-
Kasus Lupus di Jakarta Terus Naik, DKI Fokus Skrining Perempuan Usia 18 Tahun
-
Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS
-
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal