Suara.com - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka turut menghadiri acara halal bihalal yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng di Kantor Gubernur Jateng di Kota Semarang, Selasa (16/4/2024).
Sosok yang juga cawapres terpilih itu datang sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung menemui Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana beserta istrinya dan jajaran Pemprov Jateng.
Namun sesuai jadwal acara halalbihalal Gibran terlambat datang.
Baca Juga:
Gibran Kaget Sosok Kesayangan Mendadak Hamil: Padahal di Rumah Cewek Semua!
Ekspresi Jokowi Saat Timnas Indonesia Cetak Gol Jadi Sorotan: Gemes Banget!
Praktis, putra sulung Presiden Jokowi itu sudah ditinggal pulang para bupati/walikota dan Forkompimda Jateng.
"Ngobrol-ngobrol aja," ucap Gibran saat ditanya terkait kehadirannya dalam halalbihalal tersebut dilansir dari Jatengnews.id--jaringan Suara.com.
Gibran juga menyampaikan sejumlah pesan dari Nana Sudjana.
Baca Juga: PPP Merapat ke Halal Bihalal Golkar, Ganjar: Mungkin Mereka Punya Cara Tersendiri Berkomunikasi
"(Pesan) tentang pembangunan di Solo, sama persiapan Musrembang," paparnya.
Sebelumnya, Gibran lebih dulu melakukan halal bihalal dengan para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Solo di Pendapi Gede Balai Kota Solo.
Acara digelar pada hari pertama masuk kerja seusai libur Lebaran 2024. Wali Kota dan Wawali saling berjabat tangan dengan ratusan pegawai Pemkot Solo yang hadir di Pendapi Gede.
Baca Juga:
Sebut Semua Berteman Usai Ditawari Gibran Masuk Pemerintahan, Ganjar Melunak?
Gibran Akui Petinggi dari PDIP Sudah Beri Ucapan Selamat: Tapi Mereka Malu-malu
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Abdullah Azwar Anas menjelaskan ketentuan mengenai pengombinasian tugas kedinasan dari kantor dan dari rumah dilakukan untuk memperkuat manajemen arus balik Lebaran.
Untuk instansi yang berkaitan dengan pelayanan publik secara langsung, WFO tetap diterapkan optimal sebesar 100 persen.
"Adapun untuk instansi pemerintah yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan dan layanan dukungan pimpinan, WFH bisa dijalankan maksimal/paling banyak 50 persen dari jumlah pegawai, yang teknisnya diatur instansi pemerintah masing-masing," ujar Anas melalui laman resmi Sekretariat Negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan