Suara.com - Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih yang akan menjabat di periode 2024-2029.
Lima tahun kepemimpinannya ke depan akan menemui banyak rintangan, termasuk sorotan kinerjanya oleh masyarakat yang telah memilih pasangan tersebut.
Anies Baswedan bahkan mengingatkan lawannya yang saat ini sudah menjadi kawan agar masyarakat tetap menaruh hati kepada pasangan ini selama lima tahun menjabat.
Melalui pernyataan resminya di akun Instagram, Anies Baswedan mengaku telah mendatangi undangan KPU RI untuk menyaksikan penetapan presiden dan wakil presiden terpilih. Anies, berlapang dada dengan kekalahannya dan menghormati proses bernegara yang saat ini ia jalani.
Baca Juga:
Telunjuk Surya Paloh Dianggap Nyuruh Anies Angkat Kursi Jadi Omongan Publik
Hakim MK Sadil Isra Direndahkan Hotman, Koleksi Kendaraannya Timpang bak Gajah dan Semut
Anies juga menyebut ada banyak rekomendasi dari majelis hakim MK yang perlu dijalani oleh sejumlah lembaga termasuk KPU dan lembaga lain sebagai pembenahan penyelenggaraan pemilu ke depan.
Bahkan Anies juga memberi selamat kepada Prabowo-Gibran. Bahkan ia tak lupa mengingatkan untuk menjalankan konstitusi termasuk memperhatikan masyarakat ke depan.
"Kami sampaikan langsung ke Pak Prabowo dan Pak Gibran, selmat bekerja, selamat menjalankan tugas konstitus dan memenuhi aspirasi rakyat. Hari ini juga proses Pilpres 2024 secara prosedural telah usai," tulis penggalan pesan dari Anies dikutip, Rabu (24/4/2024).
Anies juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pendukungnya dan seluruh pihak yang telah menjalankan Pemilu dengan baik.
Pesan singkat dari Anies untuk kembali mendengar aspirasi masyarakat bisa jadi sebuah kode untuk memimpin Indonesia tanpa harus menekan beberapa pihak.
Prabowo yang juga merupakan mantan militer diharapkan menjalani tugasnya sebagai kepala negara yang santun dan peduli terhadap masyarakat.
Berita Terkait
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Viral Dulu Baru Ditolong? Negara Tak Boleh Bekerja Berdasarkan Algoritma
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan