Suara.com - Rajin menabung pangkal kaya, adalah pepatah yang tepat disematkan kepada para siswa SD yang baru-baru ini viral di media sosial. Bukan tanpa alasan, dalam kegiatan study tour yang biasa dilakukan anak SD menggunakan bus sewaan, sejumlah siswa ini menggunakan pesawat dengan pelayanan terbaik untuk study tour.
Melansir Twitter, @Pai_C1, Selasa (7/5/2024), sejumlah anak SD tengah duduk santai di kursi pesawat yang disediakan. Bersama beberapa pendamping gurunya, mereka cukup bahagia dengan aktivitas yang akan mereka lakukan.
"Hasil nabung dari kelas 1-5 SD, study tour sewa Garuda. Dulu kalian SD study tour naik apa bolo?" tanya akun tersebut.
Pesawat yang digunakan adalah maskapai Garuda yang memang memberikan keamanan dan kenyamanan penumpang yang bepergian dengan moda transportasi udara tersebut. Terlihat juga pramugari juga melayani para siswa-siswi dalam penerbangannya tersebut.
Baca Juga:
Pernikahannya Dibilang Tak Sah oleh MUI, Rizky Febian Beri Tanggapan Menohok Ini
Toyota Voxy Jadi Saksi, Pelukan Hangat Betrand Peto ke Sarwendah Bikin Ekspresi Ruben Onsu Begini
Tak dijelaskan detail, kemana para siswa SD itu berlibur. Meski begitu, tak sedikit reaksi dari netizen yang justru hanya menyewa bus untuk bisa berlibur, bahkan ada yang mencoba menebak-nebak tabungan yang meraka bayarkan sehingga bisa menggunakan fasilitas tersebut.
"Study tour gue waktu SD ke Seaworld pake mobil karyawan ibu-ibu jahit, yang aslinya dah kaya fogging nyamuk DBD. Bayaran Rp15rb," celetuk salah satu netizen.
"Nabungnya bisa Rp5 juta per bulan gaes," tebak salah satu netizen lain.
"Ini mah real uang muridnya dijaga bener-bener bukan ditilep," sebut lainnya.
Kegiatan study tour yang kerap dilakukan siswa baik jenjang SD hingga SMA memang menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap sekolah yang ada di Indonesia.
Di samping untuk refreshing, kegiatan ini juga menjadi pembelajaran siswa di luar bangku sekolah. Tak jarang kegiatan ini kerap jadi dalih siswa untuk menghabiskan waktu belajar dengan beraktivitas di luar sekolah ketika ujian atau kewajiban siswa sudah selesai dilakukan.
Namun yang menjadi menarik adalah kenangan terakhir anak SD hingga SMA terhadap masa-masa kelulusannya dari bangku sekolah.
Berita Terkait
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar
-
AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
Kondisi Terkini PLTN Barakah UEA Usai Kebocoran Radiasi Nuklir Setelah Diterjang Bom Drone
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau