Suara.com - Berikut profil Wisnu Wardhana sosok yang baru-baru ini diisukan akan masuk dalam kabinet dan menduduki jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka usai dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
Profil Wisnu Wardhana
Wisnu Wardhana memang awam di dunia politik Indonesia. Namun namanya beberapa kali berseliweran di politik, terutama saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai presiden.
Wisnu Wardhana berangkat dari seorang pengusaha sukses di Indonesia. Ia lahir di Samarinda pada 18 Oktober 1970.
Baca Juga:
Bagikan Momen Kebersamaan Jelang Rizky Febian Menikah, Nathalie Holscher Menyesal Pisah dengan Sule?
Profil Ferdy Peto, Ayah Betrand Peto yang Bongkar Tabiat Sarwendah
Menjadi pengusaha Wisnu Wardhana lahir dari pasangan H. Ibrahim Noor dan Hj. Siti Maryam yang berasal dari Kalimantan Timur.
Pendidikan Wisnu Wardhana juga tak bisa dianggap biasa, ia meraih gelar Bachelor of Arts di Bidang ekonomi dari Pepperdine University, Amerika Serikat pada 1993 silam.
Di usianya yang 53 tahun ini ayah dua anak tersebut sudah sangat sukses dengan usahanya. Kemampuan mengelola ekonomi perusahaan tentu sudah menjadi kelihaian pria tersebut.
Karier
Saat ini Wisnu Wardhana menjabat sebagai Dirut PT. Teladan Resources yang merupakan perusahaan induk invesasi. Tak hanya itu, ia juga menjadi Direktur Utama di PT. Teladan Agro yang bergerak di bidang agrikultur dan energi terbarukan.
Ia juga menjadi founder dalam membangun usaha Mahaka Group pada 1994 yang juga terafiliasi dengan perusahaan Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka.
Mahaka Group yang awalnya ikut mengembanggkan PT Freeport, kini memperluas gurita bisnisnya di bidang sports entertainment, perdagangan komoditas dan juga media.
Pada 2002, Wisnu membangun PT. Teladan Resources yang bergerak di bidang pengembangan investasi mulai dari agrikultur, energi yang fokus dalam eksplorasi, produksi, pengolahan, jasa energi hingga pembangkit listrik, termasuk rekayasa teknis, pengadaan, konstruksi dan juga operasi dan pemeliharaan.
Berita Terkait
-
Profil PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), Emiten Tambang Siapa Pemiliknya?
-
Aktivis Internasional Apresiasi Prabowo Jadi Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatra dan Borneo
-
Jejak Digital Abu Janda Hina Rasul dan Presiden Prabowo, Kok Masih Aman?
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
Terkini
-
Kisah Rosid Slameto: Mengembangkan Bisnis Sajadah Traveling Custom hingga Pasar Jepang
-
Kesal dengan Israel, Kim Jong Un Kepikiran soal Perang Nuklir
-
Bertemu di Istana Wapres, Gibran Rangkul dan Beri Hampers Lebaran Rismon Sianipar
-
Pastikan Pemudik Nyaman, Satker PJN DIY: Jalan Yogyakarta Sudah Bebas Lubang
-
Termasuk Indonesia, 8 Negara Sebut Israel Langgar Hukum Internasional karena Blokade Al Aqsa
-
Pertempuran Udara: Iran Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS di Langit Irak
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
KPK Sebut Yaqut Coba Suap Pansus Haji Pakai Dana Jemaah Khusus Rp17 Miliar
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
AS Akui Tentaranya Tak Berdaya Kawal Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz