Suara.com - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam acara halalbihalal Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I (2004-2009) dan Jilid II (2009-2014) di Jakarta. Dalam pertemuan ini, SBY tak lupa memberikan kata-kata bijak kepada mantan Menkeu eranya.
Pertemuan SBY dan Sri Mulyani ini terjadi di LavAni Sports Center Cikeas pada Senin (13/5/2024). Dalam momen reuni ini, SBY turut berbagi pesan bijak, khususnya cara menjaga kesehatan kepada Sri Mulyani.
Ayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini mengingatkan Sri Mulyani bahwa hidup itu mulai saat orang berusia 60 tahun. Atau dengan kata lain, SBY berpesan agar usia tidak menghalangi tokoh negarawan untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
"Kami berbincang hangat, berbagi kabar dan berbagi tips menjaga kesehatan dan semangat di usia yang masih cukup muda. Karena life begins at 60 (hidup dimulai di usia 60 tahun) kalau kata Pak SBY, hehe)," kata Sri Mulyani menirukan pesan SBY.
Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani mengaku kagum dengan tokoh-tokoh bangsa yang menghadiri acara halalbihalal tersebut. Pasalnya, mereka tetap memiliki persamaan, yaitu bersemangat membangun bangsa Indonesia.
"Satu hal yang pasti, di usia yang tidak muda ini para tokoh-tokoh bangsa ini tetap memiliki sebuah kesamaan. Rasa cinta dan bangga akan bangsa Indonesia," tulisnya.
"Sebuah semangat kolektif yang terus menyala dan tidak akan pernah padam. Old soldiers never die, they simply fade away," pungkas Sri Mulyani.
Sebagai informasi, sebelum menjadi menteri Presiden Jokowi, Sri Mulyani lebih dulu dipercaya menjadi menteri keuangan era SBY pada 2005 silam. Namun sayang, jabatan Sri Mulyani sebagai menteri SBY berakhir pada 2010, sebelum masa jabatan SBY sebagai presiden selesai.
Kala itu, situasi ekonomi di Indonesia sempat mengalami krisi akibat terjadinya global financial crisis. Sri Mulyani sendiri memutuskan mundur dan menerima jabatan sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia mulai 2010, sebelum akhirnya dipanggil pulang oleh Jokowi untuk menjadi menteri keuangan mulai 2014 hingga sekarang.
Baca Juga: Potret Adem SBY Genggam Tangan Sri Mulyani, Warganet: Jadi Ingat Kasus Century...
Berita Terkait
-
Potret Adem SBY Genggam Tangan Sri Mulyani, Warganet: Jadi Ingat Kasus Century...
-
Sri Mulyani Bakal Wariskan Utang Jumbo Rp8.262 Triliun ke Menkeu Era Prabowo
-
Kontras! Pabrik Banyak Tumbang, Tapi Sri Mulyani Bilang Ekonomi RI Kuat
-
Jomplang, Beda Harta Kekayaan Sri Mulyani vs Risma: Duo Calon Gubernur DKI Jakarta versi PDIP
-
Beda Pendidikan Sri Mulyani dan Tri Rismaharini: Kompak Diusulkan PDIP Jadi Gubernur DKI
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru
-
Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Komnas HAM Desak TNI Buka Identitas Pelaku