Suara.com - Kabar pemerintah Indonesia akan mengevakuasi sebanyak 1.000 warga Palestina, viral di media sosial. Tak sedikit netizen berkomentar kocak dengan rencana tersebut lantaran banyaknya masalah di dalam negeri yang belum teratasi.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Menurutnya, kemungkinan hal itu terwujud pada pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
"Rohingya usir bos," kata @adysusan di media sosial Instagram @kepoin_trending yang membagikan berita tersebut, Kamis (6/6/2024).
"Jangan mikirin yang jauh bu, mikirin yg deket dlu contoh nya Papua," kata @yova_hr.
"Terserah kalian dah pemerintah, capek-capek dah percuma rakyat kecil koar-koar GK pernah di dengar," komentar @tri_w97.
"Semoga warga Palestina tidak kaget dengan iuran BPJS dan Tapera," katanya.
"Save Palestine Dan SAVE PAPUA, Ingat Papua Juga Sedang Terancam, Yuuk Bisa Yuuk Jangan Hanya Kementrian Luar Negeri Yang Bergerak, Kementrian Perindustrian, Kementrian Lingkunga Hidup Dan Kehutanan Juga Bergerak Untuk Selamatkan 38 Ribu Hectare Hutan Papua, Karena Bisa Mengancam Dunia Juga," kata @kautsarysf.
"Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak," kata @tailssprower.
"Sok Sokan warga lu sendiri gmna," kata @seamydomes.
"Jangan jauh-jauh dulu, itu warga adat papua di perhatikan," kata @mbeink.
"Sok sok-an ikut urusan luar negeri, urusan dlm negeri aja msh berantakan kok," kata @than_khin_chow.
Diketahui, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa rencana pelaksanaan evakuasi 1.000 warga Palestina dari Gaza untuk dirawat di Rumah Sakit (RS) Indonesia dilakukan pada saat pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.
Hal itu dinyatakannya saat jadi pembicara di Public Lecture "Diplomasi Indonesia untuk Palestina" pada Senin (3/6/2024). Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi terkait rencana tersebut.
Retno mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Komitmen bantuan kemanusiaan itu merupakan salah satu wujud dari konsistensi Indonesia untuk membantu warga Palestina.
"Ya ini kan intinya sedang dipersiapkan semua. Jadi ini sekarang proses sedang jalan tentunya dan persiapan-persiapan seperti itu kan biasanya memerlukan waktu yang lama karena pertanyaan pertama bagaimana mereka bisa keluar dari Gaza dan sebagainya," katanya.
Berita Terkait
-
Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal
-
Indonesia dan Inggris Raya Jalin Kemitraan untuk Dorong Startup Go Global
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Paspor Kuat Itu Bukan Cuma soal Visa: Tentang Privilege dan Martabat Global
-
Menlu Sugiono: Indonesia Siap Kirim 8.000 Personel Pasukan ISF, Fokus Lindungi Warga Sipil
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen