Suara.com - Komitmen pemerintah untuk menyediakan layanan terpadu bagi masyarakat kembali dibuktikan lewat diresmikannya Mal Pelayanan Publik (MPP) ke-207 di Kabupaten Ngawi. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengingatkan bahwa pesan utama dari pendirian MPP adalah pengintegrasian pelayanan bukan hanya sekadar fisik gedung yang megah.
"MPP ini kan gedung, tapi sebenarnya rohnya, spiritnya adalah pengintegrasian layanan, maka harus benar-benar terlihat perbedaan. Dampaknya rakyat menjadi lebih cepat, mudah, lebih murah, dan transparan saat mengurus pelayanan publik," ujarnya saat memberikan arahan pada Peresmian MPP Kabupaten Ngawi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (27/06).
Pada kesempatan itu, Menteri Anas mengapresiasi Pemkab Ngawi yang telah menyediakan ruang yang proporsional untuk mengakses berbagai layanan di satu tempat. Ia mengajak Pemkab Ngawi untuk terus bertransformasi lewat peningkatan tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Perbaikan ekosistem pelayanan publik yang terfokus pada empat aspek, yaitu direct services, mobile services, self services, dan elektronic services . Anas menegaskan pemerintah sebagai penyedia layanan harus menyiapkan langkah ke depan dengan menyediakan layanan berbasis digital selain direct service yang telah ada.
"Mudah-mudahan di Ngawi ini jadi model bagi teman-teman di sekitar Ngawi sehingga nanti akan memberikan pelayanan yang berdampak dan kalau disurvei masyarakatnya akan meningkatkan kepuasannya," ujar Anas.
Pj. Gubernur Jawa Timur yang diwakili Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) I Madiun R. Heru Wahono Santoso menyampaikan peresmian MPP di Ngawi merupakan wujud komitmen yang tinggi untuk menyediakan layanan yang prima bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan semua kabupaten/kota di wilayahnya untuk segara memiliki MPP atau MPP Digital.
"Ekspektasi masyarakat pada layanan birokrasi semakin tinggi, maka sebagai birokrat kita harus bisa meningkatkan layanan sesuai ekpektasi tersebut. Layanan tidak hanya harus cepat tapi juga transparan, murah, mudah, dan tidak berbelit-belit," ujarnya.
Saat ini telah terdapat 207 MPP dan 23 MPP Digital yang telah tersebar di seluruh Indonesia. Di Provinsi Jawa Timur telah dibangun sebanyak 30 MPP, termasuk di dalamnya MPP Kabupaten Ngawi yang hari ini diresmikan.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menjelaskan MPP Kabupaten Ngawi sudah melakukan soft launching dan mulai beroperasi pada 11 Desember 2023. Pada awalnya MPP ini baru menyediakan 60 jenis layanan dari 20 instansi.
Baca Juga: Benteng Pendem Van Den Bosch Wisata Sejarah dan Spot Foto Instagramable
"Kami berkomitmen untuk menambah layanan dan dengan kolaborasi dari berbagai instansi, saat ini masyarakat di Ngawi bisa mengakses 152 layanan dari 39 instansi pemerintah," ujarnya.
Selain memberikan pelayanan yang beragam, MPP Kabupaten Ngawi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti ruang laktasi, pojok baca digital, pojok bermain anak, ruang pengaduan, akses yang baik bagi penyandang disabilitas, dan sebagainya. Pada gedung MPP ini juga tersedia co-working space yang dapat dimanfaatkan masyarakat, kafe, serta sentra UMKM dari berbagai penjuru Kabupaten Ngawi.
"Yang spesial dan membedakan antara MPP Kabupaten Ngawi dibandingkan dengan MPP lainnya yang telah diresmikan adalah, ini baru pertama kalinya di Indonesia seluruh pelayanan BPJS Kesehatan telah dipindahkan dan ditempatkan seluruhnya di MPP. Jadi harapannya ini bisa maksimal memberikan layanan," tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Ngawi juga menggenjot layanan dan kinerja pemerintahannya lewat transformasi digital. Menurut Ony, Pemkab Ngawi melakukan pemangkasan proses bisnis dan kedepan seluruh aplikasi akan diinteroperabilitaskan, dan tidak ada lagi satu inovasi satu aplikasi.
"Kami telah memangkas 180 aplikasi menjadi sekitar 60 aplikasi saja. Target kami untuk menginteroperabilitaskan semakin banyak lagi supaya jauh lebih ringkas dan memudahkan masyarakat mengakses layanan berbasis digital," tandasnya.
Berita Terkait
-
Menteri PANRB Resmikan Mal Pelayanan Publik Baru, Kini Ada 206 Se-Indonesia
-
Layanan Digital Perizinan Event Terintegrasi Diluncurkan, Menteri PANRB Apresiasi Kapolri
-
RPP Manajemen ASN Mulai Diuji ke Publik, Menteri Anas: Perkuat Substansi Agar Implementatif
-
Pilu 2 Bocah Putri Menangis Histeris Lihat Sang Ayah Tenggelam di Waduk, Publik Ikut Sedih
-
Lantik Tiga Pejabat Eselon Dua, Heru Budi: Terus Berinovasi untuk Meningkatkan Pelayanan
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Drama OJK: Setelah Ketua dan Wakil Mundur, Siapa yang Ditunjuk Prabowo Jadi Pengganti?
-
Waspada! Daerah Ini Diprediksi BMKG Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Minggu Ini
-
Waspada! Pos Angke Hulu Siaga 3 Gegara Hujan Deras, Jakarta Sempat Tergenang
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
-
Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman