Suara.com - Takdir kematian bisa terjadi di mana saja dan kapan saja di waktu yang tak terduga. Hal itu pula yang dialami Yermias Nggadas, Warga Dusun Ndundao, Desa Bo'a, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (7/7/2024) siang.
Pria berusia 79 tahun itu meninggal saat membahas adat pernikahan di rumah Demercis Fanggi yang berada di Dusun Oederas, Desa Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao sekira jam 13.20 Wita.
Berdasarkan keterangan Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo saat kejadian tersebut korban bersama beberapa kerabat berangkat dari Desa Bo'a sekira jam 11.00 Wita.
Anam mengemukakan bahwa Yermias datang ke Dusun Oederas, Kecamatan Rote Barat Daya, untuk membicarakan acara perkawinan adat. Mereka tiba di rumah Demercis Fanggi sekitar pukul 13.00 Wita.
Kemudian, korban dan kerabat yang lain duduk di ruang tamu dan membicarakan perkawinan adat.
"Saat membicarakan tentang belis dan mahar, korban menyampaikan agar pembicaraan jangan berbelit belit," ujar Anam seperti dikutip Digtara.com-jaringan Suara.com.
Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, korban terlihat lemas dan menggeser badannya ke arah sandaran kursi sambil menarik napas panjang hingga tiga kali.
Seorang kerabat korban kemudian berusaha memberi bantuan dan memanggil tenaga medis, Rian Kotta untuk memeriksa korban.
Yermias kemudian dibawa ke Puskesmas Batutua, Kabupaten Rote Ndao. Namun nahas, saat tiba di Puskesmas, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Perempuan Ini Nyari Meninggal Usai Rutin Menghisap Vape, Paru-parunya Mirip Kaca Keruh
"Hasil pemeriksaan luar oleh Tim Medis Puskesmas Batutua tidak ditemukan adanya tanda kekerasan," kata Anam.
Berdasrkan hasil pemeriksaan, penyebab korban meninggal dunia diduga karena kelelahan dan hipertensi.
Pihak keluarga sendiri menerima kematian Yermias sebagai ajal dan musibah.
Anggota Polsek Rote Barat Daya yang mendapat laporan dari Kepala dusun Oederas Timur, Rice Adu langsung ke lokasi kejadian untuk mengamankan lokasi kejadian dan barang bukti yang ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi