Suara.com - Lagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mengurungkan niatnya untuk bisa berkantor di IKN Nusantara. Padahal sebelumnya, Jokowi beberapa kali pernah mendapat pertanyaan kapan pindah ke IKN.
Lantas, kapan Jokowi pindah IKN? Sebenarnya, Presiden Indonesia ke 7 ini memiliki target bulan Juli 2024 agar bisa berpindah kantor ke IKN.
Nampaknya rencana ini bakal molor. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Jokowi batal pindah ke IKN dalam waktu dekat.
Alasan Jokowi Belum Pindah IKN
Ketika ditanya oleh awak media pada Senin (8/7/2024), Jokowi menegaskan alasannya belum pindah ke IKN. Menurutnya, sejumlah fasilitas dasar seperti listrik dan air belum siap tersedia.
"Air sudah siap belum? Listrik sudah siap belum? Tempatnya sudah siap belum? Kalau siap, pindah," ujar Jokowi Air di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
Jokowi memastikan laporan terkait progres pembangunan fasilitas dasar itu sudah diterima. Akan tetapi air dan listrik memang belum tersedia.
Perlu diketahui, tahun 2022 lalu, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta sempat menyebut kepindahan Presiden Jokowi ke IKN ditargetkan sebelum 16 Agustus 2024.
Menurut Febry, selama kurun waktu 2 tahun ini pemerintah mengejar pembangunan infrastruktur dasar. Seperti hunian ASN, istana negara, infrastruktur jalan, air dan listrik.
Kemudian pada Februari 2024, Jokowi kembali berencana bakal pindah kantor ke IKN pada bulan Juli 2024. Kala itu, Jokowi belum dapat berkantor di IKN karena masih menunggu bandara dan jalan tol.
"Juli (nanti). Saya nunggu airport dan jalan tolnya jadi (dahulu)," kata Jokowi, Kamis (29/2/2024).
Kondisi Istana Negara di IKN
Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan IKN, Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga menjelaskan progres pembangunan Istana dan kantor presiden sudah mencapai 80 persen lebih.
Ia berujar fasilitas air juga akan masuk pada Juli 2024.
"Secara rata-rata kantor dan Istana Presiden sudah lebih 80 persen. Juli Insyaallah air masuk," kata Danis dihubungi Suara.com, Selasa (25/6/2024).
Berita Terkait
-
Bertemu Jokowi, Ketum PSSI Pastikan Piala Presiden Bergulir dengan Hadiah Rp 5 Miliar
-
Klaim Air dan Listrik Masuk Medio Juli, Menteri Basuki soal Jokowi Kapan Pindah ke IKN: Tanya Beliau, Masak Saya!
-
Begini Skema dan Tahapan Lengkap Pindahan ASN ke IKN Hingga 2045
-
ASN harus Siap-siap, Ini Waktu Pegawai Kementerian dan Lembaga Pemerintahan Dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara
-
Jokowi Batal Ngantor di IKN Karena Proyek Molor, Kontraktor Bilang Targetnya Memang Oktober
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR
-
Sufmi Dasco Jamin Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Akan Terulang, Intinya Kompak!
-
Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua
-
Prabowo: Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal karena Jalan Rusak dan Akses Terbatas
-
Istana Monitor Dugaan Suap Pengurus BEM UBK Usai Demo dan Bertemu Wapres
-
Hak Hidup Dirampas! Kemenham: Penyekapan Perempuan 3 Tahun di Bandung Pelanggaran HAM Serius
-
Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK
-
Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!
-
Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK
-
Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan